Tersangka Palu Arit Ditahan, Empat Elemen Masyarakat Dukung Langkah Kejaksaan

Tersangka Palu Arit Ditahan, Empat Elemen Masyarakat Dukung Langkah Kejaksaan

Faktanews.co.id.(Banyuwangi)- Penahanan Kejaksaan Negeri Banyuwangi kepada tersangka terkait gambar Palu Arit, Heri Budiawan alias Budi Pego mendapat dukungan dari Pemuda Pancasila (PP), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Suara Blambangan (Forsuba) dan Forum Peduli Umat Indonesia (FPUI).

Lintas elemen masyarakat tersebut menilai bahwa Budi Pego selaku kordinator demonstrasi kontra penambangan emas gunung tumpang pitu harus bertanggung jawab atas spanduk yang ada gambar “PALU ARIT” yang merupakan simbol partai terlarang PKI.

“Kita mendukung langkah Kejaksaan menahan Budi Pego, dia Koordinator demo. foto dan video sudah jelas ada gambar palu arit,” tegas Ketua PP Banyuwangi, Eko Suryono dalam Konferensi pers,Kamis (7/9).

Empat elemen masyarakat ini menepis adanya isu kriminalisasi terhadap penahanan Budi Pego.

Menurut mereka Demo tolak tambang emas dan pengibaran spanduk mirip logo palu arit adalah dua hal yang berbeda.

“Menyampaikan aspirasi didepan umum adalah hak setiap warga negara, akan tetapi ada gambar palu arit itu sudah jelas dilarang di negeri ini, pengibaran logo palu arit adalah sebuah kejahatan, logo tersebut adalah lambang PKI partai musuh negara dan musuh Indonesia,” kata Ketua Forsuba yang juga tokoh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Banyuwangi, H Abdillah Rafsanjani diamini Ketua FPUI, Kyai Hanan seraya menyampaikan akan mengawal sidang sebagai bentuk dukungan kepada proses hukum tersangka Palu Arit.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua PCNU Banyuwangi, H Nanang Nur Ahmadi. dia menegaskan, harus dibedakan antara aksi kontra penambangan emas gunung tumpang pitu (BSI) dengan adanya simbol palu arit.

“masyarakat harus memahami itu, jangan sampai ikut arus. adu domba, menghasut adalah keahlian PKI,” jelasnya.

Seperti diketahui, Sambil menunggu proses hukum dipersidangan, Budi Pego harus tinggal di Lp Banyuwangi sejak Senen 4 September 2017 menyusul Kejari Banyuwangi menilai dan akhirnya memutuskan melakukan penahanan kepada Korlap aksi tolak tambang emas tumpang pitu 4 April 2017 lalu yang didalamnya terdapat baliho atau Logo Palu Arit.

Budi Pego di dampingi istrinya yang sesekali sesenggukan mengusap air mata serta diantar warga kontra tambang emas tumpang pitu langsung ditahan pihak Kejari Banyuwangi saat penyerahan berkas dirinya sebagai tersangka dari kepolisian sudah dinyatakan sempurna (P21).

Budi Pego merupakan salah satu dari empat tersangka kasus logo palu arit disaat Kasatreskrim Banyuwangi di jabat AKP Dewa Putu Yogantara kini dijabat AKP Sodik Efendi.

Tiga tersangka lain Andrean,Trimanto dan Ratna juga terkait logo Palu Arit semuanya merupakan warga Pesanggaran kontra penambangan emas gunung tumpang Pitu.

Pihak Kejaksaan menjerat dengan pasal 107 UURI No. 27 Tahun 1999 tentang Perubahan KUHP Kejahatan Keamanan Negara Ancaman hukumannya 12 tahun penjara.

“Penahanan diberikan dengan mempertimbangkan tersangka agar tidak menghilangkan barang bukti, melarikan diri, mempengaruhi saksi atau hal lainnya yang dapat mengganggu jalannya proses hukum,” kata Budi Cahyono JPU Kejari yang menangani tersangka Budi Pego. (ver/kin).

Komentar

comments