Terkait Dugaan Potongan Dana BLT, Formades Sembulung Wadol Ke Jokowi Desak Kades Mundur

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)– Kelompok masyarakat mengatasnamakan forum masyarakat desa (Formades) sembulung mendesak Kepala desa yang baru untuk mengundurkan diri dari jabatan.

Desakan ini masih buntut Korupsi melalui dugaan potongan kepada beberapa warga terkait dana Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Desakan mundur ini ditanda tangani oleh hampir 100 orang yang tinggal di empat dusun didesa setempat.

Menurut ketua Formades Sembulung Wahid Hasim pihaknya mewadahi masyarakat di empat dusun masing-masing dusun Krajan, Tanjungrejo, Talunrejo maupun Tempusari telah mengirim surat kepada pihak terkait Polresta Banyuwangi hingga presiden Jokowi.

“Kita sudah kirim surat ke Bupati meminta untuk diberhentikan, kalau ke Polresta tentu menegakkan hukum soal pemotongan dana BLT, tentu kalau ke Pak Kades mendesak dia untuk mundur,”kata Hasim Wahid,(28/6/2020).

Hasim menyesalkan Kades yang baru dijabat mestinya untuk membantu menyalurkan bantuan pemerintah kepada warga yang terdampak Corona justru disalah gunakan Suprayitno.

“Jadi kades masih seumur jagung sudah berani begitu, ingat pesan presiden Jokowi jangan main-main dengan dana bantuan,”

Terkait dana potongan BLT yang belakangan diakui karena warga (yang dipotong tersebut punya hutang baju kepada istri kades Suprayitno

“Itu cuma alasan, begitu terjebak uang potongan BLT katanya untuk bayar bayar baju,”kata Hasim.

Dikonfirmasi Senen (29/6/2020), Kades Suprayitno mengaku baru menerima kabar adanya desakan mundur ada sekelompok warga di 4 dusun di desanya yang menginginkan dirinya mundur.

“Saya baru dengar sekarang, tapi tidak apa-apa saya belum baca suratnya dulu,”katanya.(kin).

Komentar

comments

Tagged with