Terkait Dana DAK Pendidikan, Rekanan dan Bupati Malang Ditahan KPK

Terkait Dana DAK Pendidikan, Rekanan dan Bupati Malang Ditahan KPK

Faktanews.co.id.- Ali Murtopo seorang pengusaha dan
Bupati Malang Rendra Kresna ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (15/10/2018).

Bupati Rendra selaku penerima suap Dana DAK 2011 pendidikan ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK Jakarta

Pantauan Faktanews. Rendra keluar dari ruang pemeriksaan KPK pada pukul 19.20 WIB sudah mengenakan rompi oranye berlogo KPK dikawal petugas KPK menuju mobil tahanan. Rendra dalam kapasitasnya selaku Bupati Kabupaten Malang periode 2010-2015, ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan.

“Dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap 2 tersangka kasus dugaan suap terkait proyek di Kabupaten Malang,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah Senin,(15/9/2018).

Sementara itu, Ali Murtopo pihak swasta tersangka pemberi suap terkait penyediaan sarana Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang sebesar Rp 3,45 miliar, kepada bupati ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur.

Ali Murtopo diduga sebagai Suap tersebut terkait dengan proyek peningkatan mutu pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2011.

Ali Murtopo dan Eryk Armando Talla telah ditetap tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai pemberi suap dan gratifikasi kepada Bupati Malang Rendra Kresna dalam proyek peningkatan mutu pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2011.

Belakangan, kedua orang rekanan itu diketahui meminjam empat perusahaan orang lain untuk mengerjakan proyek tersebut. Di antaranya adalah CV Sawunggaling yang merupakan milik Moh Zaini Ilyas dan CV Karya Mandiri milik Hari Mulyanto.

Moh Zaini Ilyas dan Hari Mulyanto diperiksa sebagai saksi bersama enam orang lainnya dalam pemeriksaan di aula Bhayangkari Polres Malang pada Sabtu (13/10/2018).

“Ada empat yang dipinjam, duanya apa saya tidak tahu namanya,” kata Hari Mulyanto seusai pemeriksaan.

Hari mengatakan, total proyek yang diterima oleh perusahaannya senilai Rp 7 miliar untuk pengadaan buku dan alat peraga pendidikan. Meskipun nama perusahaannya yang tercantum sebagai pemenang lelang, yang mengerjakan adalah kedua orang tersebut.

Ali Murtopo dan Eryk Armando Talla telah ditetap tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai pemberi suap dan gratifikasi kepada Bupati Malang Rendra Kresna dalam proyek peningkatan mutu pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2011.

Belakangan, kedua orang rekanan itu diketahui meminjam empat perusahaan orang lain untuk mengerjakan proyek tersebut. Di antaranya adalah CV Sawunggaling yang merupakan milik Moh Zaini Ilyas dan CV Karya Mandiri milik Hari Mulyanto.

Moh Zaini Ilyas dan Hari Mulyanto diperiksa sebagai saksi bersama enam orang lainnya. dalam pemeriksaan di aula Bhayangkari Polres Malang pada Sabtu (13/10/2018).

“Ada empat yang dipinjam, duanya apa saya tidak tahu namanya,” kata Hari Mulyanto seusai pemeriksaan.

Hari mengatakan, total proyek yang diterima oleh perusahaannya senilai Rp 7 miliar untuk pengadaan buku dan alat peraga pendidikan. Meski nama perusahaannya sebagai pemenang lelang, yang mengerjakan adalah kedua orang tersebut.

“Paketnya kan milik mereka berdua. Punya saya hanya dipinjam. Saya dijanjikan pembagian 2,5 persen. Kemudian turun 1,5 persen. Setelah itu saya tidak tahu,” ungkapnya.

“Waktu itu perusahaan saya boleh dikatakan dipakai oleh Ali Murtopo. Saya persilakan sebagai kuasa direktur. Itu ada notarisnya,” beber Zaini.(koc/ham).

Komentar

comments