Terima Uang Catut Polres Dan Kejaksaan, Kades Wonosobo Ditahan

Terima Uang Catut Polres Dan Kejaksaan, Kades Wonosobo Ditahan

Faktanews.co.id– (Banyuwangi)- Setelah menjalani pemeriksaan pasca tertangkap tadi siang, Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (Askab), Agus Tarmidzi (58) akhirnya ditahan Satreskrim Banyuwangi pukul 00.45 minggu dini hari (25/2/18).

Polisi menjerat Tarmidzi dengan pasal penipuan dan pemerasan.

Seperti diketahui Agus Tarmidzi yang kini juga menjabat Kepala Desa (Kades) Wonosobo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi itu disergap tim Operasi Tangkap Tangan Satreskrim Polres Banyuwangi saat hendak masuk ke dalam mobilnya diparkiran area Cafe Java River, Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi sekira pukul 12.00 WIB (24/2/18).

Dalam kasus ini Tarmidzi meminta uang dengan iming-iming bisa menghentikan perkara kasusnya.

Tarmidzi ditangkap ketika baru menerima dana 10 Juta rupiah dari Kepala Desa lainnya Ahmad Turmudi.

Turmudi merupakan Kades Tegal Arum Kecamatan Sempu Banyuwangi, sempat bermasalah hukum dengan tim Saber Pungli dalam kasus pungli dana program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang biasa dikenal sertifikat Prona (Program Nasional Agraria).

Dalam Kronologinya, berawal ketika dua hari pasca Kades Tegal Arum, Ahmad Turmudi terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) saber pungli beberapa waktu lalu, Agus Tarmidi bersama seorang anggota LSM asal Muncar Ipong Poniyahadi meminta dana untuk menutup kasusnya di Polres Banyuwangi.

Kendati akhirnya sudah memberikan uang sebesar Rp 40 juta hasil urunan dengan Pokmas maupun petugas PPAT Kecamatan Sempu namun dirinya masih saja dipanggil oleh penyidik Polres Banyuwangi bahkan ditetapkan sebagai tersangka.

Turmudi semakin jengkel dan tak percaya ketika sekitar seminggu lalu dirinya ditelepon Agus Tarmidzi dan di informasikan perkaranya di Polres Banyuwangi terkait PTSL justru sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi.

Lagi-lagi Tarmidzi meminta dana berdalih untuk menutup kasusnya di Kejaksaan, kali ini dana yang dimintai sebesar Rp 50 juta kepada mantan anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi dari PKNU ini.

“Katanya untuk menutup kasus di Kasi Pidsus Kejari Banyuwangi,” ungkap Turmudi (korban) Sabtu petang (24/2/2018) kepada wartawan.

Tak mampu menyiapkan dana sebesar itu sendiri, usai mendapat telepon Agus Tarmidi, dirinya langsung koordinasi dengan Pokmas terkait penanganan PTSL serta PPAT Kecamatan Sempu untuk urunan (bersama-sama).

Namun hingga Sabtu siang (24/2/18) saat bertemu Agus Tarmidzi di Cafe Java River dana masih terkumpul Rp 10 juta.

Dana 10 Juta itu diminta sebagai ganti karena Agus Tarmidzi mengaku telah menalangi (dibayar lebih dulu) untuk diserahkan kepada pihak Kejari Banyuwangi.

“klien kami kena pasal 372 KUHP Juntho pasal 368,” Kata salah satu Kuasa Hukum Agus Tarmidzi, Eko Sutrisno SH.

Menurut Eko, Tarmidzi mengaku dana yang kini menjadi barang bukti merupakan dana pengembalian tanggungan pelapor (Ahmad Turmudi).

“Yang pasti karena klien kami ditahan, kita mesti berupaya ada penangguhan, setidaknya kita berupaya meringankan hukuman dia nanti,”pungkasnya. (kin).

Komentar

comments