Terima Dana 12 Juta, Kades Taman Suruh Jadi Tersangka Sertifikat Prona

Kasiintel. Ristopo S. SH

Kasiintel. Ristopo S.SH

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Dugaan pungli dalam Program Nasional Agraria (Prona) desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, sudah memasuki babak baru.

Kinerja Tim penanggulangan Korupsi Kejaksaan Negeri Banyuwangi (Kejari) Banyuwangi yang melakukan proses hukum  sudah menemukan alat bukti yang cukup dan saksi-saksi untuk menempatkan kades Taman suruh (10-11-2015) menjadi tersangka utama pelanggaran UU tipikor.

Untuk menempatkan Kades Taman Suruh menjadi tersangka Kejari Banyuwangi telah memeriksa 14 orang saksi untuk diminta keterangan diantaranya Ketua panitia Eko Purnomo, Bendahara Jam’i dan Sekertaris Asnanto serta saksi lainnya.

Seperti Alibi sejumlah kepala desa yang lain terklibat kasus yang sama, sejumlah pihak yang terlibat menyatakan, sebenarnya masyarakat Desa Taman Suruh tidak ada masalah karena waktu pungutan dana tersebut disertakan tanda bukti pembayaran berupa kwitansi yang jelas dengan tertera perbidang maksimal Rp 600.000,-

Menurut Kepala Seksi Inteljen (Kasiintel) Kejari Banyuwangi Ristopo S. SH.  Kepala desa Tamansuruh Ferdinan juga telah mengakui menerima dana hasil dari pungli tersebut.

“Tersangka Fd melanggar pasal dalam UU tipikor, menerima pungli karena jabatannya,” katanya kepada Hayatul Makin dari Faktanews.co.id.

Rincinya menurut Restopo,  Kades menerima dana Rp. 12 juta hasil dari pungutan sertifikat prona tersebut. “kita terapkan pasal 2 dan 3 serta pasal 12e undang – undang tipikor,” jelasnya Didampingi Kepala seksi pidana Khusus (Kasipidsus) Adi Palebangan SH.

Informasi yang dikumpulkan Tim Faktanews. Banyuwangi, Program Nasional Agraria (Prona) di Desa Taman Suruh , Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi yang dilaksanakan Tahun 2013 lalu sejak awal ditunggangi niat memanfaatkan program pemerintah tersebut.

Kades Tamansuruh juga tidak melakukan sendiri, ada orang dan tim yang lain kecipratan. “pak kades kan tidak sendirian melakukan,” kata Warga setempat Ahmad.

Program pemerintah untuk sertifikasi tanah secara gratis namun Warga masih harus mengeluarkan biaya hingga mencapai ratusan ribu sampai jutaan rupiah Total pungli program tersebut yang dibebankan kepada masyarakat berkisar 120 juta. (Makin).

Komentar

comments

Tagged with