Tempat Hiburan Malam dan Fasilitas Karaoke Hotel Disorot

Tempat Hiburan Malam dan Fasilitas Karaoke Hotel Disorot

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)-Tempat hiburan malam, cafe dan karaoke (KTV) di Banyuwangi terang-terangan melanggar Peraturan Daerah (Perda) dengan buka melebihi pukul 23.00 WIB dan melanggar waktu penjualan minuman beralkohol.

Mereka tak jarang terang-terangan buka hingga dini hari.

Pantauan faktanews.co.id. juga memperlihatkan hampir bisa dipastikan terdapat dan penyediaan purel mengiringi jam buka hingga tutup tempat hiburan malam tersebut.

Dalam Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Tempat Hiburan, pasal 10 ayat 3 huruf c disebut bahwa tempat hiburan malam atau karaoke keluarga hanya boleh buka mulai pukul 09.00-23.00 WIB.

Tempat hiburan malam, cafe dan karaoke (KTV) di Banyuwangi ternyata juga melanggar Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2015 tentang Pengawasan Pengendalian Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol, pasal 9 ayat 1, yang tertulis, bahwa penjualan minuman beralkohol golongan A, B dan C, baru diperbolehkan diatas pukul 17.00-23.00 WIB.

Hiburan malam, cafe dan karaoke (KTV) dinilai mengabaikan aturan tersebut. Sebelum pukul 17.00 WIB, minuman memabukan tersebut sudah dijual untuk para tamu yang datang.

“Itu kan bukan rahasia lagi. Semua orang sudah tahu, Perda juga menyatakan tempat hiburan yang diperbolehkan di Banyuwangi hanya karaoke keluarga, sehingga didalam ruangan (room) karaoke tidak diperbolehkan adanya minuman beralkohol,” ungkap Ketua Lingkar Studi Kerakyatan (LASKAR) Helmi Rosyadi (11/07/2019).

Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Banyuwangi, Anacleto Da Silva ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan  permasalahan Cafe tempat hiburan malam dan Alkohol tugas Bidang Penegakan Perda di instansinya.

“Silahkan menemui Pak Adian di Kantor Satpol PP) ujar Leto, sapaan akrabnya (11/07/2019).

Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Perda, Adian Sinaga membantah kesan pembiaran pelanggaran karena adanya oknum yang menerima upeti dan menjadi beking tempat hiburan malam, cafe dan karaoke (KTV) di Banyuwangi.

Terkait pelanggaran Perda dan tudingan adanya oknum Satpol PP yang membekingi maupun menerima upeti dari pengusaha hiburan malam, cafe dan karaoke (KTV), Kepala Bidang Penegakan Perda, Adian Sinaga membantah adanya oknum yang menerima upeti dan menjadi beking tempat hiburan malam, cafe dan karaoke (KTV) di Banyuwangi.

“Saya pastikan tidak ada oknum Satpol PP yang menjadi beking maupun menerima upeti dari pengusaha tempat hiburan malam, cafe maupun karaoke (KTV) di Banyuwangi,” tegas Adian.

Adian tak membantah, bahwa tempat karaoke di Banyuwangi hanya patuh aturan saat digelar razia saja. Saat sepi razia, tempat hiburan malam, cafe dan karaoke (KTV) tersebut akan kembali melakukan pelanggaran.

Sementara terkait fasilitas karaoke di Mirah Hotel dan Hotel Mahkota dan beberapa lainnya disalahgunakan dan dikomersilkan tidak hanya untuk tamu hotel, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi, M. Yanuarto Bramuda merasa kecewa dan menyesalkan perbuatan manajemen hotel tersebut.

“Fasilitas hotel dibolehkan, sepanjang tidak digunakan untuk komersial, kami menerima beberapa kali pengaduan masyarakat disana dikomersialkan. Hal semacam ini tidak diperkenankan,” terang Bram.(*kin).

Komentar

comments

Tagged with