Target Pendapatan Banyuwangi Tercapai  96,30 persen

Target Pendapatan Banyuwangi Tercapai  96,30 persen

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Menyadari Pendapatan daerah merupakan hal pokok dalam keberlangsungan pembangunan wilayah pemerintah Banyuwangi yang terus menggenjot dana pendapatan daerah hampir penuhi target 100 %.

Pendapatan daerah dari penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terealisasi sebesar Rp. 450,6 miliar atau 72,11 persen, dari anggaran yang ditargetkan sebesar Rp. 624,1 miliar.

Selain itu, Pendapatan bersumber Pajak daerah terealisasi sebesar Rp. 178 miliar, retribusi daerah terealisasi Rp. 45,4 miliar, belum lagi pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan terealisasi sebesar Rp. 15,1 miliar, serta PAD yang sah terealisasi sebesar Rp. 210,5 miliar.

“Pendapatan daerah tahun anggaran 2018 terealisasi Rp. 2,9 triliun , atau 96,30 persen dari target anggaran sebesar Rp. 3,1 triliun,” kata Bupati Banyuwangi,H Abdullah AzwarAnas, M.Si, pada rapat paripurna penyampaian Nota Penjelasan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2018, digedung DPRD Kabupaten Banyuwangi, Senin.(17/06/2019).

Pada rapat paripurna yang dibuka oleh Wakil Ketua DPRD, Ruliono,SH. dengan dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko,S.Sos, Sekretaris Daerah, Drs. Djadjat Sudrajat, Asisten Bupati, Jajaran Kepala SKPD, Camat. Lurah dan Kades se Banyuwangi ini, Anas juga menyampaikan, transfer pemerintah pusat atau dana perimbangan terealisasi sebesar Rp. 1,9 triliun atau 101,41 persen dari anggaran sebesar Rp. 1,9 triliun.

“Bagi hasil pajak terealisasi sebesar Rp. 46,7 miliar, dana bagi hasil sumber daya alam terealisasi sebesar Rp. 115,4 miliar, Dana Alokasi Umum terealisasi 100 persen yakni sebesar Rp. 1,3 triliun dan Dana Alokasi Khusus terealisasi sebesar  Rp. 423,7 miliar atau 95,74 persen,“ jelasnya.

Sementara itu belanja dan transfer daerah tahun anggaran 2018, terealisasi sebesar Rp. 2,7 triliun atau 93,91 persen dari anggaran sebesar Rp. 2,9 triliun. Dengan rincian, belanja operasi terealisasi sebesar Rp. 1,9 triliun dan belanja modal terealisasi sebesar Rp. 480,3 miliar.

“Belanja tidak terduga tidak terealisasi di tahun 2018, anggaran belanja tidak terduga sebesar Rp. 3,7 miliar, “ ungkap Bupati Anas.

Dari rincian pendapatan dengan pembelanjaan anggaran yang merupakan hasil dari realisasi pendapatan daerah dikurangi dengan realisasi belanja dan transfer daerah terhitung per 31 Desember 2018, keuangan pemerintah Kabupaten Banyuwangi surplus realisasi.

“Jumlah pembiayaan netto sebesar minus Rp. 175,9 miliar, sehingga SILPA untuk tahun anggaran 2018 adalah sebesar Rp. 65,7 miliar,”ungkap Anas. (*kin).

Komentar

comments