Tanah Dipakai 20 Tahun Disertifikat, Diduga Rekayasa Pemilik Ancam Laporkan Notaris

Tanah Dipakai 20 Tahun Disertifikat, Diduga Rekayasa Pemilik Ancam Laporkan Notaris

Faktanews.co.id.- (Banyuwangi)- Terbitnya sertifikat hak milik No.650 di soal warga desa Temurejo Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi dan memunculkan masalah yang beresiko hukum.

Wari yang mengaku sebagai pemilik tidak terima tanahnya yang dibeli langsung dari pemiliknya tiba-tiba disertifikat hak milik atas nama orang lain.

“itu tanah saya kok mas, dulu saya beli ke pak Mat Yasir, itu anaknya masih hidup yang menyaksikan kok bisa tiba-tiba jadi sertifikat atas nama Joko Supeno, Suriyati, Satrio,” ungkap Wari ke Faktanews

Melalui kerabatnya Nanang Slamet, S.H menerangkan ketika ditelusuri kepada Notaris maupun kepala Desa setempat keterangannya berbeda dan terkesan tidak serius untuk membuka.

“saya menduga kuat ada rekayasa dalam penerbitan sertifikat tanah hak yasan no. 00776/0037/D1/4870 m² atas nama tiga orang itu mas, ketika saya tanya pihak notaris mengatakan dasarnya Mulyono menjual ke tiga orang tersebut karena adanya penguasaan tanah selama lebih dari dua puluh tahun sehingga dianggap pemilik, padahal dikerawangan jelas tertulis milik orang lain, kalau memang sekedar menguasai tanah lebih dari dua puluh tahun dianggap pemilik, bakalan habis tanah orang mas,” kata Nanang, (23/2/2018).

Nanang menambahkan bahwa pihak-pihak terkait mestinya punya itikad untuk menyelesaikan dan transparan saat saat mediasi di balai Desa Temurejo sebelumnya.

“kami ingin mendudukkan persoalan ini dengan benar, tapi saya lihat memang tidak ada itikat baik. setiap saya menanyakan dasarnya Mulyono menjual tanah tersebut, kepala desa selalu memotong pembicaraan saya dengan mengalihkan isu bahwa tanah itu adalah waris. heran saya kok bisa pejabat administrasi menyimpulkan sesuatu atas dasar cerita tanpa data yang jelas,” imbuhnya

Oleh karenanya menurutnya persoalan ini akan (Wari sekeluarga akan menempuh ranah hukum pidana.” Katanya.

Sementara itu Notaris Misbah Imam Subari S.H, Mhum mengatakan, proses menuju sertifikat tersebut sudah sesuai prosedur.

“pada saat proses sertifikat tersebut para pihak bersama perangkat desa menghadap saya mas, pengakuan mereka sdr Mulyono sudah menguasai obyek tanah tersebut lebih dari dua puluh tahun,” ungkapnya.(kur/kin).

Komentar

comments