Tak Mau Terpecah, Wartawan Laporkan Oknum Kontraktor Mall Layanan Publik

Tak Mau Terpecah, Wartawan Laporkan Oknum Kontraktor Mall Layanan Publik

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)–Dinilai berupaya mendramatisir informasi, SL  Direktur Sebuah usaha jasa kontruksi dilaporkan kepada Polres banyuwangi,(16/11/2019).

Sang pelapor wartawan nusantara news, Fery Kurniawan merasa dicemarkan nama baiknya karena tidak merasa melakukan apa yang dituduhkan direktur CV Ayu Susila Karya, SL yang salah satunya dalam pemberitaan online, SL merasa diintimidasi.

Bahkan dalam kalimat lain, SL menyatakan apa yang dimuat dalam berita Nusantara News disebutnya tendesius.

Lebih dari itu, SL sempat menyatakan dalam berita tersebut ‘harus merawat 35 wartawan dan merawat Lsm’.

“Saya tahu, mereka itu semua. Siapa oknum wartawannya dan siapa oknum LSM. Kalau niatnya tidak baik, saya bersyukur Alhamdulillah. Niatnya berkawan, ya Alhamdulillah. Nggak usah dengan cara-cara yang menurut saya adalah intimidasi,” bunyi salah satu kalimat Salim Novel di media kabar rakyat.

Sementara itu, Dudy Sucahyo kuasa hukum Very kurniawan, mengatakan kliennya melaporkan adanya dugaan pelanggaran fitnah atau mencemarkan nama baik.

“Terlapor menuduh klien saya ini dan itu melalui media, padahal gak pernah dilakukan klien saya, kita laporkan sesuai pasal dalam UU ITE,”katanya kepada Faktanews.co.id di Mapolres Banyuwangi.

Seperti diketahui, sejak muncul pemberitaan pembangunan Kelanjutan Mall layanan Publik Banyuwangi terkait tenaga kerja pelaksana rekanan yang jatuh, tiba-tiba dikesankan informasi beda arah mengklaim itu hoax, berita media lain menyebutkan ada nara sumber mengklaim merasa diintimidasi dan laiinnya.

Sementara itu, Very kurniawan selaku pelapor datang ke Polres bersama dengan beberapa jurnalis untuk melapor bahwa dirinya tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan.

“Wong saya bertemu atau komunikasi saja gak pernah dengan Pak Salim, kok nuduh saya begitu,”kata Very Kurniawan.

Sementara itu, Penasehat Forum Komunikasi Wartawan Majalah Koran Online dan Tabloid (Mahkota), Banyuwangi Hayatul Makin mengharapkan, semua pihak utamanya yang bukan jurnalis jangan mudah menilai berita berdasarkan kepentingan sehingga membuat hubungan sesama jurnalis terpecah.

Menurut Makin, misalkan ada kejadian berujung ada korban walau dalam tampilan akurasi beritanya kurang detail hal itu relatif wajar.

“Yang dikatakan hoax yang mana, kejadiannya ada, korban juga ada, misalkan soal akurasi dikatakan diduga begitu (patah kaki) artinya itu tidak ada justice langsung seperti seorang dokter menyatakan hasil medis pasiennya patah kaki, makanya oleh jurnalis biasa ditambah kata diduga,”jelas Makin.(her).

Komentar

comments

Tagged with