Tak Lelah, FPB, Mahasiswa dan Masyarakat Kembali Demo Tolak Disewakan Pulau Tabuhan

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)– Keukeuh terhadap sikapnya menolak sewakan Pulau Tabuhan, sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli Banyuwangi (FPB) dan mahasiswa untuk ke-3 kalinya melakukan unjuk rasa atau demo, Senin (24/2/2020).

Ini sedikit menarik perhatian, karena selain aksi berkaitan Cabut ijin penambangan emas oleh masyarakat Pesanggaran jarang sekali demo di Banyuwangi dengan tema sama dilakukan berulang-ulang.

Sementara itu faktanews.co.id. mencatat hari ini sekitar pukul 10.00 Wib hampir seratus pengunjuk rasa melakukan aksi tolak penyewaan tertahan didepan pintu Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi karena penjagaan ketat kepolisian.

“Bupati Anas Bohong,”kata orator demo, Kholili lantang tak kalah dari demo mahasiswa sebelumnya.

Diantara Aksi tak kenal lelah atau pun surut semangat itu juga nampak beberapa Lsm dan pers serta Advokat (pengacara) menyaksikan dan mendengar argumen orator aksi penolakan langkah Bupati Abdullah Azwar Anas menyewakan Pulau Tabuhan kepada pihak investor asing EBD Paragon Singapore.

Menurut salah satu pelopor aksi, Amir Khan, jika aksi yang dilakukan bersama  aktifis yang tergabung dalam FPB akan terus dilakukan sebagai bentuk keseriusan penolakan menyewakan Pulau Tabuhan kepada investor asing EBD Paragon Singapore.

“Kita dari FPB dan masyarakat yang tinggal di dekat pulau tabuhan, ada pula masyarakat dari Desa bengkak, Bangsring, Ketapang,”kata Amir diantara riuh orator dalam aksi.

Pantauan Faktanews.co.id. diantara aksi dan orator juga terdapat mahasiswa-mahasiswa.

“Kalau yang Mahasiswa itu banyak dari mahasiswa yang tinggal di kecamatan Wongsorejo, mereka tanpa melihat organisasi kemahasiswaan, pada prinsipnya yang mahasiswa tinggal didaerah sekitar sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap situasi sekitar (disewakan pulau Tabuhan),”ungkap Amir.

Lebih jauh ditegaskan Amir, unjuk rasa akan terus mereka lakukan sebagai bentuk upaya penolakan hingga bupati yang tinggal menyisakan beberapa bulan masa jabatan ini membatalkan sewa menyewa pulau Tabuhan.

“Dan kami tidak mengenal kata lelah, apalagi menyerah, demi Banyuwangi yang kita cintai bersama,” Jelasnya seraya menyatakan adanya gugatan Gugatan Class Action ke Pengadilan Negeri Banyuwangi untuk membatalkan sewa pulau Tabuhan.(kin).

Komentar

comments