Tak Hadir Panggilan Bawaslu, La Nyalla Bantah Pernah Diminta Mahar Politik

Faktanews.co.id.- Untuk kedua kalinya Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jawa Timur kembali memanggil mLa Nyalla M Matalitti Rabu, 17 Januari 2018, La Nyalla dipanggil masih terkait pengakuannya, Gerindra membatalkan dukungan dalam Pilkada 2018 Jatim karena dirinya tidak membayar mahar pencalonan yang dimintai uang Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Pada persoalan yang sama, sebelumnya La Nyalla tak menghadiri panggilan (pertama) Bawaslu Jatim Senin, 15 Januari 2018. Undangan kepada La Nyalla tertuang dalam surat bernomor: 011/K.JI/PM.01.01/1/2018 tertanggal 12 Januari 2018 yang ditandatangani Ketua Bawaslu Jawa Timur Muhammad Amin. Surat undangan diterima asisten La Nyalla di kediamannya, Sabtu, 13 Januari 2018.

La Nyalla M Matalitti

La Nyalla M Matalitti.

 

“Beliau dipanggil kedua kalinya untuk klarifikasi. Dijadwalkan harusnya hari ini,” kata anggota Divisi Hukum Bawaslu RI Fritz Edward Siregar di Kantor Bawaslu RI, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Januari 2018. Fritz mengatakan, hingga saat ini Bawaslu Jatim belum menerima konfirmasi kehadiran La Nyalla tersebut.

Namun demikian La Nyalla Mattalitti sudah membantah pernah mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto meminta dana mahar ataupun memalaknya. Menurut la Nyalla kalimat itu merupakan bahasa media.

“Tidak pernah pula saya mengatakan bahwa Prabowo meminta uang mahar,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima kalangan pers, Rabu, 17 Januari 2018.

La Nyalla mengatakan ketika dipanggil Prabowo, uang Rp 40 miliar yang diminta Prabowo sekira 20 Desember 2017 bukan mahar melainkan uang dana saksi dan dana pemenangan, namun La Nyalla menolak dan akan menyanggupi memberikan dana setelah resmi terdaftar sebagai Calon Gubernur Jatim di KPU.

Setelah itu, La Nyalla diberi surat tugas Prabowo untuk mencari sendiri partai koalisi, dan diberi waktu 10 hari. Partai Gerindra memang tak bisa mengusung calon gubernur sendiri di Jawa Timur karena hanya memiliki 13 kursi di DPRD, dari syarat 20 kursi.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah tudingan La Nyalla bahwa Prabowo meminta duit Rp 40 miliar. Namun Fadli membenarkan bahwa di setiap pilkada akan diperlukan dana untuk maju sebagai kepala daerah karena pertarungan memerlukan logistik. “Tapi itu dari berbagai pihak dalam bentuk penggalangan dana.”katanya

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, pembatalan dukungan Gerindra kepada La Nyalla karena yang bersangkutan gagal menggaet partai politik lain untuk berkoalisi guna memenuhi syarat minimal untuk mengusung calon gubernur ( 20 persen dari 100 kursi DPRD.di Jawa Timur). sedangkan Gerindra hanya memiliki 13 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur.

“Tidak ada hubungannya dengan uang,” ujar Ferry, Senin, 15/1/2018.

Ramai rumor mahar politik La Nyala Mattalitti yang ditudingkan kepada Prabowo Subianto juga mendapat perhatian Walikota Bandung yang juga Cagub Jawa Barat, Ridwan Kamil.

lewat akun twitternya, Ridwan kamil menceritakan pengalamannya dalam saat dirinya diusung partai Gerindra dalam Pilwalkot Bandung 2013.

“Twit admin @Gerindra ini benar. Saya bersaksi. waktu pilwalkot BDG, Pak Prabowo dan Gerindra tidak meminta mahar sepeser pun utk tiket pilkada. Hatur Nuhun,” cuit Ridwan Kamil.

Lebih jauh  akun Twitter @Gerindra yang menjelaskan tidak ada mahar saat mencalonkan Ahok, Ridwan Kamil, Anies-Sandi.

“Tidak ada mahar di @Gerindra. Apalagi mahar politik. Silakan konfirmasi langsung kepada pak @jokowi, @basuki_btp, @ridwankamil, @aniesbaswedan, dan @sandiuno yang pernah kami dukung dan berhasil menjadi kepala daerah,” cuit Partai Gerindra dalam akun Twitter-nya, Kamis (11/1/2018). (tec/ham).

Komentar

comments