Tahap Kedua Minggu Depan. Kuasa Hukum: Guru Arya Bukan Pelaku Cukur Petal-Petal

Tahap Kedua Minggu Depan. Kuasa Hukum: Guru Arya Bukan Pelaku Cukur Petal-Petal

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- “Biarkan hukum berjalan sesuai presedur, jangan ada yang dikurangi atau dilebihkan”

Ini disampaikan Ikbal SH dan Gembong Rifai SH menanggapi reaksi beberapa orang wali murid Murid SDN 2 Patoman. Rabu 18/09/2019 yang menginginkan guru olah raga SDN 2 Patoman, Arya Abi Sanjaya (22) agar ditahan pihak kejaksaan Negeri Banyuwangi.

Menurut dua pengacara muda ini, Dalam hukum ada aturan pasal mana yang bisa dilakukan penahanan ataupun pasal yang memungkinkan tersangka bisa ditahan.

“Gak bisa gegabah, ada aturannya, misalkan dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi perbuatan dan menghilangkan barang bukti,” kata Ikbal.

Yang terpenting menurutnya, publik harus tahu Guru Arya Abi Sanjaya (22) bukanlah pelaku yang mencukur petal-petal sejumlah murid itu.

“Dalam proses penyidikan kan jelas Arya hanya menyampaikan perintah Kepala sekolah kepada guru ekstrakuler (silat) untuk merapikan rambut murid, Oleh guru Ekstrakuler olah raga tersebut Arya diminta mencarikan guntingnya, setelah itu Arya pulang,” ungkap Ikbal.

Hal sama disampaikan Gembong Rifai SH. lebih jauh gembong mengklarifikasi reaksi beberapa orang wali murid yang menginginkan Guru guru olah raga SDN 2 Patoman Blimbingsari, Arya Abi Sanjaya (22) agar ditahan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi.

Menurut gembong awal pemeriksaan terkait Dugaan pasal 80 ayat 1 UU perlindungan anak Jo pasal 64, sedangkan pemeriksaan memeriksa dengan dugaan tindak pidana pasal 80 ayat 1 Jo pasal 55.

Gembong juga mengklarifikasi jumlah anak murid yang dicukur petal  disebutkan wali murid (berita Media online) serta dampak psikis akibat hal itu.

“Anak-anak tersebut tetap sekolah dan Ceria,  Jumlah anak yang dicukur petal-petal tidak 26 murid, buktinya pun hanya rambut beberapa helai rambut lurus (sejenis) dan  gunting,”jelas gembong.

Seperti diketahui, kasus cukur petal-petal kepada sejumlah murid SD 2 Patoman Kecamatan Blimbing sari, Banyuwangi sejak awal jadi konsumsi publik.

Puluhan orang didominasi ibu-ibu dan anak anak sekolah berseragam merah putih sempat ramai-ramai melaporkan di Mapolsek Rogojampi sejak pukul 08.00 (11/3/19).

Mereka melaporkan kepada polisi karena anaknya enggan dan malu masuk sekolah menyusul cukur petal-petal pada kegiatan ekstrakurikuler olah raga bela diri pencak silat Jum’at sore hari (8/3/19) sebelumnya.

Belakangan Arya Abi Sanjaya (Arya) sebagai guru olahraga menyandang status tersangka dari kasus tersebut sementara Guru ekstrakulikuler yang mencukur petal-petal sejumlah murid belum ada kejelasan status nya.

Ditengah perjalanan kasus tersebut Arya sempat dianiaya oleh seorang oknum TNI yang kini tengah dalam proses hukum lain.

Dikonfirmasi, Kasipidum Kejari Banyuwangi, Koko Erwinto Danarko, SH mengakui jika proses penanganan perkara tersebut sudah dinyatakan sempurna (P 21).

Namun terkait penahanan kepada Arya, pihaknya tak bisa memastikan.

“Meski penyidik Kejaksaan nantinya punya kewenangan namun semua harus sesuai yang diatur dalam hukum acara,”jelasnya kepada Faktanews.co.id.(21/9/2019).

Ditanya kapan pelaksanaan tahap kedua koko berharap minggu depan sudah ada kejelasan.

“Memang berkas sudah dinyatakan P 21 tahap kedua menunggu dari penyidik Polsek (polsek Rogojampi) Hari Selasa atau Rabo besok,”pungkas Koko.(kin).

Komentar

comments