Susul Dua Tersangka Kasus Korupsi PLTU Riau1. Idrus Marham Ditahan KPK

Susul Dua Tersangka Kasus Korupsi PLTU Riau1. Idrus Marham Ditahan KPK

Faktanews.co.id.-( Banyuwangi)-Beberapa hari setelah mundur dari jabatan Menteri Sosial karena berstatus tersangka KPK dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham resmi ditahan KPK usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka pada Jumat (31/8).

Idrus ditahan KPK setelah 10 hari atau tepatnya pada Selasa (21/8) lalu menjadi tersangka.

Idrus ditahan menyusul dua tersangka lain politikus Golkar Eni Maulani Saragih dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo yang telah ditahan pada 14 Juli lalu.

Dalam kasus ini, sebagai anggota DPR meski tak punya kewenangan dalam proses pengadaan pembangkit listrik di PLN, Eni diduga memiliki pengaruh.

KPK menduga Eni memengaruhi manajemen PLN agar Blackgold ikut dalam proyek PLTU Riau-1.

Eni selaku Wakil Ketua Komisi VII diduga menerima suap Rp 4,8 miliar dari Johannes, namun ia baru mengakui menerima Rp 2 miliar.

Sementara Idrus diduga dijanjikan USD 1,5 juta dari Johannes apabila Blakcgold menerima kontrak jual beli listrik/PPA dari PLN.

“Saya menghormati seluruh proses hukum yang dilakukan oleh KPK dan saya dari awal menyatakan siap mengikuti seluruh proses-proses dan tahapan yang ada. Saya tahu bahwa setelah saksi, tersangka, pasti ada penahanan,” kata Idrus sebelum memasuki mobil tahanan di Gedung KPK Jakarta, Jumat (31/8).

Idrus mengatakan, penahanan dirinya karena merupakan konsekuensi sebagai seorang tersangka.

“KPK tidak mungkin mengambil langkah yang tidak sesuai prosedur dan persyaratan yang ada. KPK punya logika hukum, jadi jangan melihat dalam logika kita sendiri,”jelasnya.

Seperti diketahui PLTU Riau-1 rencananya akan beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada 2024 dengan kapasitas sebesar 600 MW.

PLTU ini akan dibangun di Kecamatan Penarap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.ditunda.

Investasi proyek PLTU Riau 1 mencapai USD 900 juta atau Rp 12,87 triliun. (li/ham).

Komentar

comments

Tagged with