Surat Larangan Pungutan Sekolah Tiap Tahun Beredar, Pungutan Sekolah Tetap Jalan

Kadiknas. Banyuwangi, Drs. Sulihtiyono

Kadiknas. Banyuwangi, Drs. Sulihtiyono

Faktanews.co.id.(Banyuwangi)- Meski menjelang pendaftaran murid baru 2015, dinas pendidikan mengedarkan tentang larangan pungutan sekolah kepada murid namun seperti tahun-tahun sebelumnya.

Prakteknya isi surat edaran tersebut masih hanya jadi pelengkap kontroversi ditengah masyarakat.

Modus yang dilakukan oleh sekolah – sekolah bervariasi mulai dari penarikan (pembelian) uang seragam sekolah dan pakaian olah raga, iuran bulanan, Uang gedung, ini masih belum lagi bentuk iuran yang akan muncul diberitahukan sewaktu-waktu.

Faktanews.co.id, mencatat hampir semua sekolah di Banyuwangi masih melakukan pungutan dan untuk jualan kelengkapan sekolah adakalanya di Alibikan Kopersai sekolah yang menangani.

Argumen sekolah, hal itu sudah dilakukan kesepakatan dan disetujui wali murid melalui komite sekolah.

Padahal pihak wali murid tak berdaya terpaksa mengikuti melaksanakan sambil berharap pemerintah atau Diknas Banyuwangi bertindak tegas.

Sementara itu, Kepala Dinas pendidikan Banyuwangi Drs. Sulihtiyono mengatakan, negara sudah bertekad tujuan pendidikan mencerdaskan bangsa sehingga pemerintah sudah menyiapkan dana dan menyalurkannya berbagai dana untuk pendidikan tanpa harus membebani wali murid.

“Pungutan sudah di larang di atur dalam UU no 20 tahun 2003, permendikbud no 44 tahun tahun 2012 dan PP no 66 tahun 2010. Dan kita sudah melarang untuk melakukan pungutan kepada murid, karena pemerintah sudah melarang, untuk dana sekolah sudah ada,” kata Sulih (13/8).

Sulih menjelaskan, Dana yang di salurkan untuk dunia pendidikan meliputi untuk sekolah tingkat SD dan SMP dana bantuan oprasional sekolah (BOS), untuk sekolah menengah atas (SMA) dan untuk sekolah menengah kejuruan (SMK) menyalurkan melalui program Bantuan Operasional Managemen moto (BOMM).

Lebih jauh Sulih menjelaskan, dana yang di butuhkan di dunia pendidikan ada tiga macam, masing-masing dana inventasi, dana operasioanal dan dana personal.

Dana inventasi meliputi, perawatan gedung, meja kursi dan dana operasional meliputi pembelian kapur tulis, penerimaan siswa baru pembayaran honorer dll. “ dana investasi dan Operasional itu dari pemerintah,” katanya

Dan yang ketiga katagore dana personal atau perorangan meliputi kebutuhan siswa yang memang orang tua atau wali murid untuk membiayai.

“untuk dana perorangan meliputi alat kelengkapan siswa. Sepatu, seragam, buku, dalam hal ini sekolah tidak boleh ikut menjual,”katanya.

Sulih menjelaskan lebih jauh, kita sudah memberikan pemberitahuan larangan pungutan liar semua sekolah di kabupaten banyuwangi. ”apabila ada yang melakukan mohon di laporkan kekita. akan kami tindak tegas” jelasnya. (yayak)

Editor : Makin

Komentar

comments

Tagged with