Sugiarto: Antisipasi Kriminalisasi, Perlu Wadah Pengaman Untuk Lindungi Inovasi Petani

Sugiarto: Antisipasi Kriminalisasi, Perlu Wadah Pengaman Untuk Lindungi Inovasi Petani

Ketika Partai Amanat Nasional Komitmen Dukung Program Pertanian Modern

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)
Wakil ketua, Komisi II DPRD Banyuwangi Sugiarto SE.Msi mengatakan, untuk melindungi kreatifitas dan inovasi petani dalam peningkatan hasil perlu adanya wadah tersendiri yang bisa melindungi petani dari upaya tangan bisnis yang terganggu.

Ini menurut Sugiarto sangat penting dalam menjaga petani atau lembaga kelompok tani dari upaya kriminalisasi pihak pengusaha-pengusaha besar yang merasa tersaingi oleh inovasi petani kita.

Sugiarto mencontohkan, ada kejadian di suatu daerah seorang petani di penjara karena temuannya menghasilkan peningkatan produksi hasil pertanian.

Namun karena perusahaan besar dalam produk yang sama merasa terganggu bisnisnya.

Pebisnis besar itu melaporkan petani kepada polisi karena petani itu dinilai dalam menciptakan inovasinya tanpa mempunyai hak penelitian.

Yang ironis akhirnya petani tersebut dipenjara.

Keluar dari penjara petani tersebut kembali meneruskan hasil inovasinya lagi-lagi harus mendapatkan kriminalisasi ulang.

Melihat kenyataan tersebut, para petani perlu dibuatkan sebuah lembaga perlindungan misalnya dewan petani yang pengurusnya termasuk dari kalangan petani serta pihak lainnya terkait.

Dewan kehormatan Tani. struktur organisasinya diisi / terdiri dari sekda, dinas pertanian, tokoh2 petani, perwakilan organisasi petani, praktisi hukum dan akademisi. Dan steakholder yg lain.

Dewan Kehormatan Tani nantinya bisa menjadi tempat diskusi ataupun misal terjadi sesuatu dengan petani maka pihak yang merasa dirugikan tidak serta merta melapor polisi, Dewan Petani melakukan penilaian dulu menguji kebenar aduannya, Diskusi, mediasi dst.

“Lo itu petani kita membuat terobosan peningkatan hasil, mestinya mendapat ucapan terima kasih malah dipenjara..peran kita (pemerintah) mestiny setidak-tidaknya melindungi kok malah dibiarkan,”ungkapnya berapi-api,(25/10/2018).

Lebih jauh, menurut politisi yang juga ketua Partai Amanat Nasional, Cabang Banyuwangi (PAN) itu, pihaknya berkomitmen berada ditengah-tengah masyarakat untuk sepenuhnya mendukung program pertanian modern.

“Untuk menciptakan daya saing yang berkualitas baik, maka semua lini harus saling mendukung guna kemajuan bersama untuk Indonesia yang lebih baik,”katanya.(kin).

Komentar

comments

Tagged with