Terdakwa Mantan Sekcam Blimbingsari dan Kades Bomo Segera Diputus Hakim

Terdakwa Mantan Sekcam Blimbingsari dan Kades Bomo Segera Diputus Hakim

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Tanggal 11 Februari 2019 mendatang Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi akan memutuskan status hukum kedua terdakwa masing-masing Ir. Bambang Sungkono, M.Si mantan Sekretaris Camat (Sekcam) Blimbingsari Ir. Bambang Sungkono, M.Si (saat ini menjabat Sekcam Bangorejo) dan Suratman Kepala Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari.

Kasus yang dilaporkan sejak 20 Februari 2017 lalu saat ini masih dalam proses hukum dipengadilan setelah lama dalam proses penyidikan di Polres Banyuwangi.

Kedua terdakwa sebagai perangkat Kecamatan dan Desa setempat diproses hukum karena tindakannya melampaui aturan  Peraturan Daerah (Perda) melakukan penutupan kandang Ayam milik Milaningsih yang semestinya merupakan kewenangan Satpol PP dengan didampingi SKPD terkait.

Dalam sidang yang dipimpin langsung Ketua Majelis Hakim ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi, Purnomo Amin Thahjo, SH., MH, didampingi dua hakim anggota yaitu I Wayan suarta, SH., MH dan Saptono, SH., MH, kedua terdakwa didakwa Pasal 406 tentang Penghancuran atau Perusakan Barang dengan dituntut 5 bulan kurungan oleh Jaksa Penutut Umum (JPU) terkait penyegelan atau penutupan kandang ayam milik Melaningsih di Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Dalam agenda replik sebagai tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Supriyadi Ahmad, SH terhadap Pledoi Kuasa Hukum Terdakwa atas tuntutan JPU.

Kuasa hukum kedua terdakwa berpendapat bahwa tindakan dengan sengaja dan melawan hukum itu unsurnya tidak terpenuhi. Dan unsur membunuh hewan menurut kuasa hukum juga dianggap tidak terbukti.

Namun menurut JPU, dalam repliknya, kedua terdakwa dianggap terbukti melakukan tindak pidana dengan sengaja menutup, membunuh hewan yang sebagaian atau seluruhnya milik orang lain.

“Atas dasar itu, kami menuntut keduanya dijatuhi hukuman penjara masing-masing lima bulan dan segera dilakukan penahanan. Untuk dokumen barang bukti termasuk foto ayam yang dalam keadaan mati itu dikembalikan kepada Melaningsih. Kecuali 2 gembok dan 6 kunci kita rampas,” kata Supriyadi.(30/1/2019).

“Atas pendapat dari kuasa hukum terdakwa itu, kami mengajukan replik. Saya meluruskan bahwa para terdakwa ini tahu dengan tindakannya menutup akses masuk ke kandang ayam, menyebabkan para karyawan serta pemilik terhalang untuk masuk ke kandang ayam guna memberi makan. Meski pun salah satu terdakwa menyampaikan bahwa kunci kandang ada di Kantor Desa Bomo,” ujarnya.(kin).

Komentar

comments

Tagged with