Soal Tebang Pohon Ilegal Akibatkan Orang Meninggal, Dilaporkan LSM

Soal Tebang Pohon Ilegal Akibatkan Orang Meninggal, Dilaporkan LSM

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Meninggalnya seorang warga akibat tertindih tebangan pohon tak berijin tampaknya berbuntut panjang.

Santernya pemberitaan terkait penebangan pohon tak berijin dilokasi Perumahan Puri Bukit Mas, Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi, Kab.Banyuwangi menarik perhatian LSM Gerbang melakukan kajian investigasi dilapangan guna menentukan langkah-langkah.

LSM Gerbang mulai gerah ternyata pihak terkait seakan diam kecelakaan kerja dan mengakibatkan korban meninggal dunia justru akibat penebangan pohon di sungai itu tanpa ijin dari dinas Pengairan.

Seperti diketahui, Usai Apang warga Desa Benelan Kidul, Dusun Gebang Kecamatan Singojuruh meninggal dunia akibat tertindih tebangan pohon, keluarga mendapat santunan dari JK bos PT. PBM.

Apang menebang pohon atas perintah bos nya tersebut.

“Kecelakaan kerja yang berakibat meninggal dunia, bukan masalah sepele lalu selesai dengan santunan saja, negara siapkan UU terkait hal-hal yang seperti itu,” kata ketua investigasi Lsm Gerbang, Heri.

Sementara itu ketua LSM Gerbang H.Nurhayat membenarkan kalau lembaganya tindak lanjuti permasalahan tebangan pohon tanpa ijin yang mengakibatkan meninggal itu keranah hukum.

“kok tahu, lembaga kita tindak lanjuti persoalan tersebut ke ranah hukum, gak ijin saja sudah pelanggran apalagi sampel ada meninggal,” katanya,(10/10).

Lebih jauh, menurutnya persoalan hukum yang dimaksud adalah, telah terjadi kelalaian, korban meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, penebangan pohon di sempadan sungai dan lingkungan hidup tanpa ijin Dinas Pengairan.

“yang kami soal adalah terkait kelalaian, korban meninggal dunia akibat kecelekaan kerja, penebangan pohon tanpa ijin yang diatur UU No, 32 Tahun 1990, dan UU lingkuan hidup,” Pungkasnya.(kin).

Komentar

comments