Soal Pulau Tabuhan dan Jumlah Festival Disinggung Di Musrenbangcam

Soal Pulau Tabuhan dan Jumlah Festival Disinggung Di Musrenbangcam

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, Made Cahyana Negara akhirnya ikut mengomentari dinamika yang marak diperbincangkankan hingga ke public terkait penyewaan Pulau Tabuhan.

“Untuk terkait dengan (Pulau) Tabuhan pak, jadi jangan kuatir kita DPR ini kan mengelola demokrasi,”kata wakil rskyat dari Dapil 1 itu ditujukan kepada Bupati Abdullah Azwar Anas dalam acara Musrenbangcam serentak secara online, Rabu (5/2/2020).

Cahyana menegaskan semua pihak, eksekutif dibawah pimpinan Bupati Banyuwangi harus bisa menempatkan pro maupun kontra di alam demokrasi.

“Demokrasi biasa, pro-kontra biasa tugas kita lah di DPR untuk mengelola itu,” tandasnya.

Namun yang terpenting menurutnya    ending dari semuanya, pihak DPRD Kabupaten Banyuwangi akan mem-backup atau mendukung apabila itu sangat membantu dan bisa mensejahterakan masyarakat di Banyuwangi.

“Prinsipnya seperti itu,” katanya.

Seperti diketahui, Anas yang segera mengakhiri jabatan sebagai Bupati Banyuwangi pada tahun ini, sempat memberi alasan serta berkeluh kesah terkait reaksi informasi penyewaan pulau Tabuhan.

Disatu sisi gagasan disewakan pulau Tabuhan sebagai bagian pengelolaan aset serta penghasil PAD disisi lain reaksi keras beberapa Aktivis menilai keputusan menyewakan pulau Tabuhan harus dikaji dengan matang.

Suasana semakin panas ketika, eksekutif satu dengan yang lain dinilai aktivis Amir Khan, seperti kurang sinkron saat memberi pernyataan mulai luasnya, pertimbangan lain serta waktu sewa.

Masih dalam suasana acara Musrenbangcam serentak secara online, yang videonya tersebar, Made Cahyana sepakat terhadap program penguatan SDM yang ada di Kabupaten Banyuwangi.

Bahkan dia mengajak para wakil ketua dan teman-teman anggota untuk fokus mengawal penguatan SDM yang ada di Kabupaten Banyuwangi.

Namun pemerintah, kata Made Cahyana harus fokus juga dengan mengutamakan anggaran pemerintah atau dari bantuan partisipasi investor (CSR) untuk penguatan SDM dengan mengurangi program yang lain.

“Saran saya, misalkan, contoh, ada yang selama ini consernnya ke infrastruktur atau lainnya, atau ke festival, juga dikurangi pak, ke SDM juga (arahnya), jadi fokus,”katanya.(kin).

Komentar

comments