Soal Permohonan Pencabutan IUP PT. BSI, Kades Sumberagung Balik Minta Maaf

Soal Permohonan Pencabutan IUP PT. BSI, Kades Sumberagung Balik Minta Maaf

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)– Meski  PT.BSI seperti bergeming, namun sudah diduga sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Vivin Agustin akhirnya akan mencouter sendiri surat permohonan Rekomendasi Pencabutan Izin Tambang Emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI) dan IUP PT. DSI.

Dalam surat terbarunya tidak disebutkan, Ratusan buruh PT Bumi Suksesindo (BSI), Kamis (28/11/2019) siang mendatangi kantor Desa Sumberagung mendesak agar Kepala Desa (Kades) Sumberagung Vivin untuk mencabut surat permohonan pencabutan izin Tambang Emas PT. BSI  yang pada saat yang sama muncul ratusan orang kubu kontra tambang emas yang mendukung langkah Kades Sumberagung Mencabut IUP PT BSI dan PT DSI. Tertanggal 25 November 2019.

Dalam surat terbarunya, Vivin juga tidak menyebutkan bahwa dirinya  sempat dipanggil tanggal 25 November 2019 berselang waktu tanggal yang sama dia membuat permohonan pencabutan IUP PT BSI dan DSI No 540/247/429.515.02/19 kemudian mendatangi Pemkab. Banyuwangi untuk klarifikasi sehari setelahnya (26/11/2019).

Undg Klarifikasi Pemkab. Banyuwangi

Namun Vivin lebih rinci menyatakan beberapa alasan dalam terbarunya No 540/249/429.515.02/19, hari itu juga tanggal 28 November 2019, salah satunya sebelumnya karena tekanan.

“Kami buat atas dasar tekanan dan paksaan dari kelompok tolak tambang,” tulisnya, (28/11/2019).

Permohonan Maaf dan Pengakuan Vivin

Dalam poin lainnya Vivin menyatakan, surat permohonan pencabutan ijin rekomendasi IUP PT.BSI dan PT. DSI diakui melampaui batas kewenangan sebagai Kepala Desa.

“Memohon maaf atas terbitnya surat kepala desa Sumber Agung No. 540/247/429.515.02/19. Yang tidak sesuai presedur administrasi pemerintahan dan melampaui batas kewenangan sebagai Kepala Desa,”katanya.

Bahkan dalam poin lainnya Vivin sebaliknya menegaskan akan mendukung kegiatan pertambangan dan semua rencana kegiatan explorasi dan operasi produksi PT.BSI.

Sementara itu, hingga kini belum ada komentar resmi dari pihak PT. BSI.(kin).

Komentar

comments