Soal Kekerasan Rohingya, Indonesia Siap Jembatani Negara OKI Selesaikan Krisis Myanmar.

Soal Kekerasan Rohingya, Indonesia Siap Jembatani Negara OKI Selesaikan Krisis Myanmar.

Faktanews.co.id.- Sebenarnya Indonesia sudah melakukan apa yang negara lain tidak bisa lakukan terkait krisis yang terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar. negara lain tidak bisa masuk Myanmar. Sedangkan perwakilan pemerintah Indonesia yakni Menlu Retno Marsudi bisa bertemu dengan pemerintah dan militer Myanmar.

“Indonesia yang setiap saat bisa berkomunikasi dengan Pemerintah Myanmar,” kata Wapres Jusuf Kalla.

Untuk itu pemerintah Indonesia siap menjadi mediator menjembatani negara-negara Islam (OKI) untuk menyelesaikan krisis di Myanmar, bekerja sama untuk membantu menyelesaikan kasus di Rohingya.

“Saya katakan nanti bisa kita bicarakan programnya dengan Sekjen OKI,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla usai Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam (KTT OKI) pertama tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di The Palace of Independence di Astana, Kazakhstan, dilansir Antara, Minggu (10/9).

Sebelumnya, dalam pembukaan KTT OKI tentang Iptek Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev selaku ketua penyelenggara juga menyinggung krisis di di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Pertemuan dihadiri sejumlah kepala negara OKI, diantaranya, Presiden Iran Hassan Rouhani, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Presiden Bangladesh Abdul Hamid, Presiden Guinea Alpha Conde dan Presiden Republik Islam Pakistan Mamnoon Hussain.

Dalam pertemuan itu, Juga dibahas akan membawa penyelesaian krisis tersebut ke Komisi HAM PBB untuk mencari kebenaran dan melakukan investigasi independen terhadap kekerasan dan hukum HAM internasional.

“Kita peduli pada Myanmar, kami juga akan membuka dialog untuk membahas masalah ini di forum PBB,” kata Presiden Nazarbayev.
KTT OKI tersebut juga menghasilkan kesimpulan terkait pentingnya bagi Pemerintah Myanmar untuk menangani masalah pengungsi untuk memulangkan kembali ke kampung halaman mereka di Rakhine secara aman, terlindungi dan bermartabat.

OKI juga mendesak negara-negara anggota dan organisasi internasional untuk memperjuangkan pemulangan pengungsi ke PBB.(me/hay).

Komentar

comments