Soal Caleg Eks Koruptor, KPU Dalam Dua Opsi Sampaikan Informasi

Soal Caleg Eks Koruptor, KPU Dalam Dua Opsi Sampaikan Informasi

Faktanews.co.id.– Terkait putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah mengizinkan mantan narapidana korupsi (eks Koruptor) yang mendaftar sebagai bakal caleg.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum memastikan akan menggunakan opsi apakah menandai surat suara caleg eks koruptor atau mengumumkan caleg eks koruptor di setiap tempat pemungutan suara (TPS).

Menurut Komisioner Wahyu Setiawan, dengan adanya putusan Mahkamah Agung (MA) tersebut, pada dasarnya KPU memiliki kewajiban untuk menyampaikan informasi para caleg kepada masyarakat berupa data diri dan rekam jejak para caleg.

Pengumuman Informasi dilakukan di TPS yang berapa di daerah pemilihan (dapil) para caleg eks Koruptor itu.

Namun, Wahyu menegaskan jika kedua opsi itu sama sekali belum dibahas dalam pleno KPU.

“Sifatnya baru opsi berupa formula yang demikian. Tetapi opsi ini belum dibahas dan belum menjadi putusan kami,” kata Wahyu kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/9).

Sebelumnya, Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi menegaskan, hanya akan mengakomodasi putusan soal eks koruptor menjadi caleg.

“Kami sudah mempelajari amar putusan MA. Ternyata, hanya terkait mantan narapidana korupsi (yang dibatalkan oleh MA). Sementara itu, dua mantan narapidana lainnya, yakni narapidana bandar narkoba dan narapidana kejahatan seksual kepada anak tidak (tidak dibatalkan oleh MA),” ujar Pramono usai dengar pendapat dengan Komisi II DPR pada Selasa (18/9).

Karena itu, KPU hanya akan merevisi sebatas frasa mantan narapidana korupsi saja. Revisi itu rencananya akan dilakukan dengan menghapus frasa tersebut.

“Karena kalau kami minta waktu konsultasi tersendiri tidak mencukupi, maka kami minta izin akan mengirimkan draf revisi PKPU itu ke komisi II dan pemerintah dan nanti akan ditetapkan dulu oleh KPU.¬† Begitu nanti ada waktu untuk konsultasi baru kita akan konsultasikan setelah ditetapkan. Yang penting jadi dulu dan bisa digunakan oleh KPU, ” jelas Pramono.(re/yat).

Komentar

comments

Tagged with