Kasek SMKN I Banyuwangi Pindah, Dana Investasi dan dana Cap 3 Jari Akhirnya di Kembalikan

SMKN 1 BANYUWANGIFaktanews.co.id-(Banyuwangi) – Beberapa kali mendapat sorotan bahkan rencana akan dilaporkan ke aparat hukum terkait  modus korupsi pungli dana siswa, akhirnya pihak sekolah mengembalikan dana investasi siswa dan dana pungli cap tiga jari

informasi yang di terima faktanews, pengembalian dana investasi dan pungli cap tiga jari untuk ijazah baru dilakukan jum’at dan sabtu 15 Agustus  2014 padahal siswa SMA kelas 12 selaku pihak korban sudah beberapa waktu lalu lulus. sedangkan dana investasi mestinya diterima siswa setelah mendekati waktu kelulusan beberapa bulan lalu.

Dana investasi dan pungli cap tiga jari di lakukan sekolah kepada siswa SMA 1 Banyuwangi kelas 12.

Seperti diberitakan beberapa media termasuk faktanews Seringkali Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I Banyuwangi yang terletak di jalan Wijaya Kusuma Banyuwangi itu membuat ajang penarikan dana dengan alasan kepentingan sekolah. lagi-lagi menjadikan wali murid untuk obyek.

Hasil investigasi dilapangan menyatakan, sejak tahun-tahun sebelum sebelum kelas 12 murid (kelas 3) setiap murid SMKN I Banyuwangi di mintai dana investasi sebesar Rp 102.000,- per murid, janji sekolah adalah saat murid bersangkutan mendekati lulus kelas 12 maka dana investasi tersebut akan dikembalikan utuh oleh sekolah.

Banyak pihak menilai dana investasi dari murid dikembangkan oleh sekolah, sementara hasil dana pengembangan untuk sekolah.

Belakangan yang terjadi adalah, alih-alih informasi tentang dana hasil pengembangan dari investasi justru sekolah mengelak untuk mengembalikan dana investasi dengan lasan untuk kenang-kenangan sekolah.

Alasan klise adalah untuk kenang-kenang sekolah. Rincinya bisa dihitung dana investasi 102.000 dikalikkan jumlah murid yang akan lulus 400 murid.

“Kami merasa getun terhadap tingkah laku SMK Negeri Satu  ini masak sekali-kali membayar dan anehnya dana investasi hingga tahun ini belum dikeluarkan. Dengan alasan bahwa uang tersebut untuk kena ng-kenangan sekolah”, kata sumber terpercaya saat itu.

Bisa ditebak bila terjadi protes sekolah akan berargument itu hasil kesepakatan dengan komite sekolah (lembaga wali murid yang sudah menjadi boneka sekolah)

Tarikan juga dilakukan Untuk 400 jumlah murid yang akan lulus tahun 2014. sekolah meminta dan pasang tarif sebesar Rp 50 ribu per murid yang lulus diminta cap tiga jari untuk kelengkapan ijazah. kali ini alasan sekolah digunakan untuk membeli paving

Saat itu kasek SMA 1 Banyuwangi H Karimulloh beberapa kali menghindar kepada wartawan. bahkan kepada wartawan saat itu 9 /7 mengaku dirinya sudah mutasi sejak 1 mei 2014. anehnya Plt. Kadis pendidikan Jum’at (11/7) Dwiyanto mengatakan Karumulloh masih menjabat KAsek SMKN 1 Banyuwangi.

Namun Belakangan dana investasi masing- masing siswa 102. 000 dan tarikan uang cap jari ijazah maisng-masing Rp.50 ribu  tersebut berupaya dikembalikan.

“ Terima kasih mas wartawan, meski terlambat tadi anak sekolah yang sudah akan masuk kuliah di undang sekolah SMA 1 Banyuwangi, P. Karim akan pindah, dana investasi dan tarikan uang cap tiga jari tadi diberikan,” kata seorang wali murid  (16/8) kepada faktanews. (Makin)

Komentar

comments