Skenario Sapu Bersih Kpk, Giliran Johan Budi dilaporkan, Dampak Cakapolri Jadi Tersangka

Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi

Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi

Faktanews.co,id-(Jakarta)- Setelah sejumlah pimpinan KPK Bambang widjayanto, Zulkarnain, Adnan Pandu Praja, Abraham Samad Di Laporkan Polisi, kini giliran Deputi Pencegahan KPK Johan Budi bahkan mantan Pimpinan KPK Chandra Marta Hamzah dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Seperti diketahui setelah Cakapolri Budi Guanwan jadi tersangka KPK soal korupsi, kemudian giliran para pentolan KPK Dilaporkan ke Bareskrimpolri dengan masalah masing- masing yang terjadi jauh sebelum mereka menjadi pimpinan KPK.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dilaporkan oleh politisi PDIP Sugianto Sabran yang berujung penangkapan pada Jumat 23 Januari 2015. Bambang dituding memberikan keterangan palsu pada sidang sengketa Pilkada di Kotawaringin Barat pada 2010, sewaktu masih menjadi pengacara.

Kemudian, Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja dilaporkan ke Bareskrim Polri atas kasus dugaan melakukan perampasan saham dan aset sebuah perusahaan pemotongan kayu di Kalimantan Timur.

Berlanjut Ketua KPK Abraham Samad juga dilaporkan atas dugaan pemalsuan dokumen yang dilaporkan oleh seorang perempuan atas nama Feriyani Lim. Abraham dituding memalsukan KTP Feriyani Lim. Peristiwa tersebut terjadi pada 2007.

Masih belum lega, berlanjut Wakil Ketua KPK Zulkarnain dilaporkan karena dugaan korupsi dana hibah Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) Jawa Timur pada 2008

Terkait laporan Deputi Pencegahan KPK Johan Budi bahkan mantan Pimpinan KPK Chandra Marta Hamzah itu tercatat nomor, TBL/96/II/2015/Bareskrim, bukti laporannnya Andar berupa kliping pemberitaan beberapa media soal pertemuan Johan dan Chandra dengan Nazarudin untuk melengkapi berkas pelaporan.

Sang pelapor Andar M Situmorang yang mengklaim LSM Goverment Against Corruption and Discrimination (GACD). mempersoalkan, Johan Budi dan Chandra Hamzah pernah bertemu dengan mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin beberapa tahun lalu.

Ini dinilai Andar merupakan penyalahgunaan wewenang dan atau melakukan hubungan langsung atau tidak langsung terhadap orang yang sedang berperkara di KPK.

“Saya datang ke sini sebagai warga negara dan direktur LSM. Yang dilaporkan adalah pejabat atau pimpinan KPK dulu Chandra Marta Hamzah dan Johan Budi. Mereka ini pengakuannya di media telah 5 kali bertemu Nazaruddin,” katanya di Bareskrim Polri, Selasa (10/2/2015).

Andar mengaku laporan ini bukan upaya untuk mengkriminalisasikan KPK. Namun dia menilai bahwa lembaga antirasuah itu tidak sebaik yang masyarakat kira. “Biar rakyat Indonesia tahu kalau KPK tidak profesional, itulah keadaannya, ya mari kita perbaiki,” tutur Andar.

Pertemuan itu, menurut Andar, dilakukan sebanyak 5 kali pada rentang waktu antara 2008-2010. Pertemuan itu disebutkan beberapa kali dilakukan di rumah Nazarudin, di kantor KPK dan juga di sebuah restoran. Di pertemuan itu, kata Andar, mereka membicarakan soal kasus yang ditangani KPK seperti perkara korupsi baju hansip, dan korupsi buku dana pendidikan.

“Chandra mengakui sudah 4 kali ketemu Nazar. Johan Budi ikut makan-makan sama Nazar. Dalam pertemuan keempat, Nazar menyerahkan uang US 4.800 Dollar ke Chandra, tapi dibantah Chandra,” pungkas dia.

Akibat perbuatannya, Chandra dan Johan terancam dipidanakan dengan Pasal 421 KUHP jo Pasal 36 Pasal 37 yang ancaman hukumannya terdapat dalam Pasal 65 Pasal 66 dan Pasal 67 UU No 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (lp/ed/fn)

Komentar

comments

Tagged with