Sinergitas, Menuju Terciptanya Raskin Layak Konsumsi Masyarakat Banyuwangi

Sinergitas, Menuju Terciptanya Raskin Layak Konsumsi Masyarakat Banyuwangi

Faktanews.co.id.(Banyuwangi)– Kisah Raskin kualitas kurang layak yang sempat menjadi topik hangat pemberitaan diseantero nusantara dijawab langsung dengan inovasi pelayanan Bulog Sub Divre Banyuwangi, Jawa Timur.

Institusi penanggung jawab ketahanan pangan itu menciptakan sinergitas tiga pilar antara Bulog, Perangkat Desa dan Masyarakat.

Efektivitas sinergitas diharapkan ampuh untuk meminimalilisir masyarakat penerima raskin dari keluhan kualitas.
 
Caranya, saat Bulog mengirimkan raskin, tidak serta merta diserahkan pada penerima.

Namun, perangkat desa melakukan pengecekan terlebih dahulu.

Ketika sudah dipastikan beras dalam kondisi layak baru bisa langsung dilakukan pembagian.

Jika Raskin kurang bagus, perangkat Desa segera berkoordinasi dengan petugas Bulog untuk minta pengganti.
 
“kita sinergitas, antara komitmen Bulog, kepedulian perangkat desa dan peran serta masyarakat. jika masyarakat menemukan ada raskin yang kurang bagus, laporkan ke perangkat desa, biar segera ada tindak lanjut,” jelas Kepala Desa (Kades) Sraten, Kecamatan Cluring, H Arif Rahman Mulyadi, Kamis (28/9/2017).

Hal senada disampaikan Kades Cluring, Kecamatan Cluring, Sunarto, terciptanya sinergitas, diharapkan keluhan raskin dengan kualitas jelek banyak berkurang.

Apalagi menurutnya, Bulog Sub Divre Banyuwangi telah berkomitmen penuh untuk terus berbenah guna meningkatkan pelayanan, khususnya dalam penyaluran Raskin.
 
Sementara itu Pelaksana Jabatan (Pj) Kades Kelir, Kecamatan Kalipuro, Rahnawi, selain menyampaikan fungsi sinergitas.

Lebih jauh dia juga meminta masyarakat untuk bisa memahami Raskin berbeda dengan beras dipasaran.

Raskin memiliki kualitas Medium SNI 4, dengan bulir patah 25 persen.

“Tapi itu masih layak untuk dikonsumsi, bahkan dipastikan sehat, karena beras Bulog sudah pasti tanpa bahan pengawet atau bahan kimia apapun,” katanya.
 
Dan bicara penerima raskin, paling patut dicontoh adalah masyarakat Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh.

Dengan arahan Kades Mura’i Ahmad, antara petugas Bulog, perangkat desa dan masyarakat penerima, benar-benar satu pandangan. Yakni mewujudkan raskin layak plus.
 
Apa itu?. Jika biasanya raskin dikirim ke kantor desa, disini tidak. Tapi diantar ke sejumlah titik berkumpulnya masyarakat.

Itupun tidak langsung dibagikan, melainkan Kepala Dusun berada digarda terdepan melakukan pengecekan kualitas beras menggunakan alat cocoh.
 
“Sebenarnya bukan hanya didesa kami, tapi desa se Kecamatan Singojuruh, semuanya memiliki alat cocoh. Jika kualitas raskin dirasa kurang bagus, minta diganti, jika bagus langsung dibagikan,” ungkap Mura’i.
 
Itupun oleh masyarakat, lanjutnya, beras raskin tidak langsung dibawa pulang, Tapi digiling terlebih dahulu, sehingga warna beras menjadi lebih bersih.
 
“Masyarakat melakukan itu tanpa kita minta, tapi mereka menyadari sendiri bahwa beras raskin tersebut akan mereka konsumsi. Maka setiap penyaluran raskin, mesin giling keliling langsung berdatangan sendiri,” pungkasnya.
 
Sekedar diketahui sebelumnya, guna meminimalisir raskin kualitas buruk, Bulog Sub Divre Banyuwangi telah mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh Kades dan Lurah se Kabupaten.

Dalam surat Nomor ED-64/13100/6/2017, tanggal 8 Juni 2017 tersebut, Bulog meminta Kades maupun Lurah untuk bisa datang ke Bulog guna memilih sendiri beras Raskin sebelum dilakukan pembagian.
 
Bahkan menurut Kepala Bulog Sub Divre Banyuwangi, Raden Guna Dharma, sesuai aturan ketika warga menerima beras raskin kurang bagus, maksimal 2X24 jam, masih bisa ditukar atau minta diganti.

“Dengan begitu harapan kami, beras raskin yang diterima masyarakat dalam kondisi bagus,” jelasnya.(*kin)

Komentar

comments