Sidang Suap Akil denganTerdakwa Wawan :Rano Karno di cokot terima transfer uang 2 M.

ranoFaktanews.co.id. Jakarta –  Wakil Gubernur Banten, Rano Karno disebut menerima transfer uang sebesar Rp 2 miliar dari bendahara pribadi Gubernur Banten Atut Chosiyah, Yayah Rodiyah.

Ini terungkap dalam sidang perkara dugaan suap dengan terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (3/4).

Semua berawal dari pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dzakiyul Fikri kepada Yayah dalam sidang, mengenai kebenaran adanya dugaan pentransferan sejumlah uang ke Rano Karno mantan bintang artis film “Si Doel Anak Sekolahan”.

“Bu Yayah apakah pernah mentransfer Rp 2 miliar kepada Bapak Rano Karno pada November 2011,” tanya Fikri dalam sidang kepada Yayah, Kamis (3/4).

Yayah mengiyakan bahwa pernah mentransfer sejumlah uang kepada Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut.

JPU Fikri kembali menanyakan kaitan transfer uang tersebut ke pemeran Si Doel dalam film “Si Doel Anak Sekolahan”.

“Apakah transfer tersebut ada hubungannya dengan yang dikirim ke CV Ratu Samagat, perusahaan milik Ratu Rita, istri bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar?” tanya Fikri kembali.  Namun Yayah menjawab tidak tahu.

Yayah mengakui selama ini dirinya memang dipercaya gubernur banten Atut ataupun adiknya (Wawan) memegang uang dalam jumlah besar. Dan sering diminta untuk bertransaksi baik secara tunai, transfer, ataupun cek.

“Sering memerintahkan (transaksi),” jelas Yayah ketika ditanya apakah terdakwa Wawan kerap memerintahkan mentransfer sejumlah uang.

Terhadap transaksi tersebut, Yayah melanjutkan tanpa dicatat dalam pembukuan sebab diperintahkan secara lisan.

Seperti diketahui, Wawan didakwa bersama-sama dengan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyuap eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar Rp 1 miliar melalui Susi Tur Andayani. Terkait penanganan perkara sengketa pilkada Lebak, Banten.

Menurut Jaksa Edy Hartoyo, uang tersebut diberikan agar Akil Mochtar selaku ketua panel hakim mengabulkan permohonan perkara sengketa pilkada yang diajukan oleh Amir Hamzah-Kasmin sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Lebak periode 2013-2018.

Tetapi, uang tersebut urung diberikan karena Akil mengaku masih harus menyidangkan perkara Jawa Timur.

Hingga akhirnya, Susi ditangkap petugas KPK di rumah Amir Hamzah sedangkan tas warna berisi uang Rp 1 miliar disita petugas KPK dari rumah orang tua Susi Tur di Jalan Tebet Barat Nomor 30 Jaksel.(Sp/Fn)

Komentar

comments