Siasati Kemarau dan Air Tercemar Limbah, Petani Sedot Air Sumur

Siasati Kemarau dan Air Tercemar Limbah, Petani Sedot Air Sumur

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)-
Petani di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi setidak petani di Desa Kedung Rejo disekitar Kecamatan setempat harus menyiasati ancaman kerugian karena kekurangan air dan air irigari tercemar limbah pabrik.

Sementara dampak musim kemarau berkepanjangan berdampak tanah persawahan kering dan retak retak.

Suparto, salah satu petani setempat menuturkan kepada Faktanews.co.id.

Setelah panen, lahannya mengalami kekeringan sehingga tidak bisa digunakan bercocok tanam.

“Sudah lama panen, tapi baru seminggu ini saya bercocok tanam, untuk mengairi sawah airnya dari sumur yang saya dibuat sendiri, saya harus beli mesin diesel untuk menyedot air sumur,” ungkap Suparto, (30/9/2017).

Petani lain Ahmad menambahkan, saat ini air irigasi tidak bisa mengairi sawahnya dikarenakan debit air kecil dan air juga tercemar oleh limbah pabrik.

“Air irigasi tidak bisa dipakai karena kotor dan bau tidak enak”tuturnya.Jika terus seperti ini saya pasti merugi karena tanah sawahnya sudah retak retak.(ver/kin).

Caption : Sawah Kering di Desa Kedungrejo, Muncar.

Komentar

comments