Setelah Eksekusi, Maal Is Off Sritanjung Akan Dijadikan Layanan Publik

Setelah Eksekusi, Maal Is Off Sritanjung Akan Dijadikan Layanan Publik

Faktanews.co.id.(Banyuwangi)- Setelah resmi dilakukan eksekusi oleh Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi,Senen (10/7), Mall Of Sritanjung (MOST) kedepan akan di alih fungsikan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sebagai tempat pelayanan publik.

Pemanfaatan ini dinilai cocok mengingat lokasinya yang strategis tepat di wilayah kota Banyuwangi.

“Berbagai bentuk layanan masyarakat, misalnya pengurusan surat keterangan tidak mampu, pengajuan beasiswa, dan lain-lain akan dibuka nantinya hal ini juga akan sangat memudahkan masyarakat,”kata Asisten Pemerintahan Pemkab Banyuwangi, Choiril Ustadi Yudawanto, Senin (10/7/2017)

Lebih jauh Ustadi menjelaskan melihat kondisi bangunan yang luas dan nyaman nantinya kedepan akan di fungsikan pula sebagai perpustakaan agar nantinya minat baca generasi muda akan jauh berkembang.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Hagni Ngesti Sri Rezeki mengatakan, salah satu isi putusan MA atas kasus sengketa MOST tersebut adalah menghukum tergugat untuk mengosongkan objek sengketa, untuk kemudian menyerahkan objek sengketa tersebut kepada penggugat dalam keadaan baik tanpa syarat apapun.

“Proses hukumnya sudah inkracht, dan hari ini Pengadilan Negeri melakukan eksekusi,” kata Hagni.

Pantauan tim Faktanews.co.id dilapangan, Proses eksekusi MOST tadi siang berjalan lancar.

Eksekusi yang dilakukan oleh PN Banyuwangi mendapat pengawalan ketat dari Polisi, Satpol PP, dan TNI.

Setelah panitera pengadilan membacakan keputusan eksekusi, sisa-sisa barang yang ada di dalam MOST dikeluarkan dan diangkut oleh truk.

Saat eksekusi beberapa spanduk bernada perlawanan eksekusi dicopot oleh pihak kepolisian dan Satpol PP Banyuwangi.

Pelaksanaa Eksekusi tersebut sempat menjadi perhatian warga yang sedang berbelanja di sekitar Pasar Banyuwangi

Sebagai informasi, MOST selama ini merupakan bangunan mangkrak tak terawat banyak atap yang bocor karena sengketa antara Pemkab Banyuwangi dan PT Dian Graha Utama (DGU).

MA telah memutus sengketa pengelolaan MOST antara Pemkab Banyuwangi dan PT DGU tersebut melalui Putusan Nomor 2160 K/Pdt/2015.

Melalui rapat permusyawaratan majelis hakim pada 12 April 2016 silam, MA memutuskan menolak permohonan kasasi oleh pihak PT DGU.(van/kin).

Komentar

comments