Setelah Dioperasi Akibat Terkena Peluru Polisi, Nyawa Mahrizal Tak Tertolong

Setelah Dioperasi Akibat Terkena Peluru Polisi, Nyawa Mahrizal Tak Tertolong

Faktanews.co.id.- (Banyuwangi)- Empat hari berjuang antara hidup dan mati setelah tertembak peluru senpi jenis revolver Brigadir EB akhirnya Mahrizal Ilham Aulia (34) menghembuskan nafas terakhir dirawat di RSUD Blambangan Banyuwangi sekitar pukul 06.15 WIB, Senin (3/7).

Setelah diautopsi jenazah Almarhum langsung di bawa ke rumah duka untuk di makamkan keluarga dengan pengawalan ketat kepolisian dari Polres Banyuwangi.

Korban asal Desa Balak, Kecamatan Songgon yang bekerja sebagai Pekerja harian lepas (PHL) Polsek Songgon Kabupaten Banyuwangi ini, berjuang di ruang ICU setelah dilakukan operasi guna mengeluarkan peluru nyasar di pelipis kepala, usai kejadian yang diklaim tidak sengaja pada Jumat sebelumnya sekira pukul 09.30 Wib (30/6).

Saat kejadian yang mengakibatkan senpi meletus mengenai pelipis kepala korban, Brigadir EB merupakan anggota yang sedang dalam tugas di pos pelayanan wisata di Desa Sumber Buluh, Kecamatan Songgon Banyuwangi.

Informasi yang diterima Faktanews.co.id mengatakan, operasi awal dilakukan untuk membuka mengeluarkan tengkorak yang retak, operasi sempat dihentikan agar tidak terjadi pendarahan.

Selanjutnya setelah diistirahatkan dan pembiusan total otak, penanganan medis dilakukan guna mengeluarkan peluru yang bersarang ditengkorak kepala ayah dari Ferdiyal Kresna Aulia yang masih berusia 4 bulan ini.

Kepala Instalasi Kedokteran Forensik dan Kehakiman RSUD Blambangan, Banyuwangi, dr. Solahudin menegaskan, hasil autopsi ditemukan luka tembak dari kepala depan hingga atas kepala kanan, Panjang luka sekitar 6 cm.

Kondisi ini membuat kerusakan di bagian kepala korban akibat luka serong dari kepala depan hingga ke tengah.

“Kita juga mendapati luka lebam berdiameter 3 sentimeter di bagian dahi, kalau luka memar itu bisa karena korban terbentur atau jatuh, namun tidak begitu fatal,” ucapnya.

Menurutnya, saat di otopsidi dalam kepala korban, juga terdapat sisa proyektil berukuran 1,5 × 1,5 cm.

“Masih ada proyektil di kepala, tapi tak sampai tembus,” kata Solahudin,(3/7).

Sementara itu sebelumnya, kepada wartawan Kasat reskrim Banyuwangi, AKP Sodik Effendi menjelaskan hasil olah TKP Reskrim, Propram Polres Banyuwangi serta hasil CT scan.

“hasil sementara yang kami simpulkan tidak ada unsur kesengajaan, saat kejadian posisi korban duduk kursi ada dibawah posisi Brigadir Edi,” Jelasnya. (Jt/kin).

Komentar

comments