Sesepuh Pantai Boom Turun Tangan Cari Korban Tenggelam Ombak.

Sesepuh Beri Sesajian Bantu Temukan Korban Tenggelam

Sesepuh Beri Sesajian Bantu Temukan Korban Tenggelam

Faktanews.co.id. (Banyuwangi)- Hingga hari ini Dadang, salah satu dari empat korban yang terseret arus pantai boom belum ditemukan.

Tim gabungan SAR, TNI Angkatan Laut, Satpol Air masih melakukan pencarian.

Seperti diketahui ganasnya selat Bali terulang kembali Jum’at (4/10/2015)  terjadi di pantai Boom. 

Pasir pantai ambles menyeret Ombak 4 bocah  Denis, Dadang, Andang, Tomi warga kampung ujung Kecamatan Banyuwangi akhirnya terseret ombak.

Kejadian ini bermula saat ke 4 bocah ini sedang asyik mandi sembari bermain balok kayu yang di temukan mengapung, rencananya mereka mengunakan balok kayu itu sebagai perahu- perahuan.

Namun tanpa di sadari selang beberapa menit arus kuat dan ombak tinggi datang menggerus pasir pantai dan ombak mengulung ke 4 korban tanpa bisa menyelamatan diri.

Fathurozi salah satu pengunjung yang berada di dekat ke 4 korban berusaha menolong namun naas , Fatirozi turut tergerus ganasnya ombak bersama ke 4 korban.

Akhirnya Tomi, Denis, Andang dan Fathurozi bisa di selamatkan oleh nelayan selanjutnya di larikan ke RSUD Blambangan dalam keadaan selamat.

Hanya saja  Andang dan Fathurozi dalam keadaan kritis.

1 korban bernama Dadang masih dalam proses pencarian oleh tim SAR, Polair, TNI dan Nelayan Tradisional yang mengunakan sekoci.

Selain itu dalam proses pencarian juga di bantu beberapa sesepuh desa setempat yang mengunakan dimensi alam gaib agar memudakan pencarian.

Menurut sesepuh yang hidup di sekitar pantai boom, kondisi korban masih berada di sekitar pantai boom tepatnya di pusaran air.

“tadi kita coba minta bantuan buyut, tadi di tampaki orang tinggi besar mengatakan korban bersamaku di pusar air,” paparnya.

Menurut penelusuran tim faktanews. Korban Dadang adalah salah satu anak yang diam akan tetapi setelah di tinggal cerai kedua orang tuanya korban merasa resah dan sering pindah pindah tidur ke rumah saudaranya.

“Dadang itu anak yang nurut, tapi orang tuanya cerai, trus saya carikan ayahnya dadang kawin lagi, tapi dadang merasa tidak kerasan,” papar titin, bibik Dadang sambil meluapkan air mata  saat di temuin tim faktanews.co.id.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi M. Yanuar Bramuda mengatakan, pihaknya terus menerus memantau perkembangan pantai Boom.

“Bazarnas terus melakukan pencarian korban,” katanya. (vian/makin).

Komentar

comments