Sertakan Rekaman, Dewi Tanjung Laporkan Novel Baswedan Rekayasa Kasus Siraman Air Keras

Sertakan Rekaman, Dewi Tanjung Laporkan Novel Baswedan Rekayasa Kasus Siraman Air Keras

Faktanews.co.id.- “Saya sebagai masyarakat berhak tahu fakta kebenaran, itu buta beneran apa rekayasa. Apalagi dia didanai oleh negara Rp3,5 miliar gak sedikit buat biaya kan,” ujar Kader PDI Perjuangan Dewi Tanjung, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (6/11).

Dewi Tanjung melaporkan Penyidik KPK Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya  terkait dugaan rekayasa kasus penyiraman air keras yang dideritanya dan hingga kini belum ditemukan oleh polisi siapa pelakunya.

Novel Baswedan dilaporkan dengan tuduhan penyebaran berita bohong melalui media elektronik.

Dewi berpendapat, Novel telah merekayasa peristiwa penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017.

Laporan Dewi terdaftar dengan nomor LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit. Krimsus.

Novel menurut Dewi melanggar Pasal 26 ayat (2) junto Pasal 45 A Ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 A ayat 1 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Menurut Dewi, ada beberapa hal janggal dalam kasus penyiraman air keras kepada Novel,  kejanggalan tersebut dapat dilihat pada rekaman CCTV, bentuk luka, perban.

Dewi mengaku baru melaporkan kasus itu, karena selama ini ia mengaku masih mempelajari kebenaran dan perkembangan kasus tersebut.

Laporan ini menurut Dewi merupakan inisatif sendiri untuk mencari jawaban atas kasus yang dianggapnya janggal.

Dalam laporannya, Dewi juga menyertakan bukti-bukti pendukung seperti rekaman kejadian, rekaman di rumah sakit, perban luka dan beberapa foto.

Salah satunya Dewi mempertanyakan terkait luka mata Novel seperti sebuah rekayasa.

“Saya ragu (rekam medis Novel). Saya masih ragu karena ini itu harus dinilai sama dokter di Indonesia,” ujarnya.

Dalam laporannya, Dewi juga menyertakan bukti seperti rekaman kejadian, rekaman di rumah sakit, perban luka dan beberapa foto.

Dengan dukungan bukti itu, Dewi menilai, insiden terhadap Novel itu tidak masuk akal dan ada beberapa hal yang janggal.

Dewi mengungkapkan, luka yang didapat Novel pasca penyiraman air keras tersebut, Novel hanya mengalami luka di bagian mata, sedangkan tidak terlihat dampak air keras pada kulit Novel.

“Orang kalau sakit itu tersiram air panas reaksinya tidak berdiri tapi akan terduduk, jatuh terguling-guling itu yang saya pelajari dan tidak ada di situ (dalam video) reaksi dia membawa air untuk disiramkan, pertolongan pertama air. Karena untuk menetralkan kembali air keras itu,” katanya.

Sementara itu ketika berada di rumah sakit, mata Novel tidak diperban, tetapi hanya wajahnya yang diperban.

“Faktanya kulit Novel kan enggak apa-apa, hanya matanya. Yang lucunya kenapa hanya matanya, sedangkan kelopaknya ini ya semua tidak (rusak),” ujarnya.

Lebih jauh, Dewi meminta agar tim dokter independen Indonesia dapat mengecek kembali kebenaran luka yang diderita Novel atas hasil rekam medis Novel oleh tim dokter rumah sakit di Singapura.(*rec/hay).

Komentar

comments

Tagged with