Sempat Merasa Dizalimi, Vanessa Dituntut Bukan Karena Prostitusi Online

Sempat Merasa Dizalimi, Vanessa Dituntut Bukan Karena Prostitusi Online

Faktanews.co.id.-(Artis)- Vanessa Angel yang sebelumnya mengaku merasa capek di dzalimi, dituntut oleh JPU selama 6 bulan bukan karena prostitusi online seperti ketika saat ditangkap tangan serta ditahan beberapa waktu lalu.

Vanessa yang sebelumnya ramai jadi pembicaraan publik bertarif 80 juta dan ditahan hingga kini, Belakangan  dituntut secara hukum karena chatting pribadinya.

Vanessa harus mendengar kenyataan tuntutan itu diruang Sidang Garuda I, Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebelumnya, JPU Dhini Ardhani, Sri Rahayu serta Nur Laili menuntut Vanessa Angel selama enam bulan. A

FTV ini dianggap melanggar pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Bersalah terkait transmisi lho ya, bukan prostitusi,” kata JPU Dini Ardhani.

Pandangannya ke bawah, dia tak sekalipun menjawab pertanyaan dari awak media selepas jalani sidang tuntutan.

Sebelum memasuki ruang tahanan, Vanessa sempat memeluk seorang wanita tim kuasa hukumnya berpamitan masuk ke tahanan.

Sementara itu, Kuasa Hukum Vanessa Angel, Abdul Malik mengaku bahwa tuntutan 6 bulan JPU terlalu berat karena menurutnya selama ini tidak ada saksi-saksi kunci yang dapat dihadirkan.

Lebih jauh menurut Malik, beberapa saksi ahli yang dihadirkan pun tidak sesuai fakta persidangan.

“Hanya satu saksi IT, dan saksi IT itu juga bohong juga, yang dari ITS, Jadi dia mengatakan hadir di Polda jam 9.00 WIB, ternyata di BAP nya jam 16.00 WIB. Jadi saksi yang benar itu saksi yang dari hotel,” kata Malik, Senin, (17/6/2019).

Sama dengan JPU, menurut Malik persoalan yang dialami Vanessa terkait Chatting pribadinya membuat Vanessa terpidana.

“Kalau ini dinyatakan bersalah, 200 juta masyarakat Indonesia akan sengsara semua, karena chatting pribadi akan membuat suatu orang terpidana. Insya allah ada tim lain,”katanya.

Malik dan tim berencana akan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), bila memang Vanessa dinyatakan bersalah.

“Besok hari Rabu saya ke Jakarta, saya rapat dengan tim untuk menyusun masalah pledoi ini,”ungkapnya.

Sebelumnya, Vanessa Angel tampaknya sedang mengalami tekanan psikis, artis sinetron cukup populer ini sempat mengungkapkan dirinya ingin mati ditengah kasus yang menderanya.

Hal ini terungkap usai sidang lanjutan kasus prostitusi online salah satunya melibatkan dirinya digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (2/5/2019).

Sepanjang sidang agenda mendengarkan saksi itu, Vanessa memilih banyak bungkam.

Vanessa Angel justru baru buka suara saat ditemui wartawan usai sidang.

Itupun Vanessa irit berkata, hanya dua  kalimat pendek terucap dari bibirnya nanun hal itu lebih kepada situasi psikis dirinya selama dalam menjalani proses hukum.

“Capek dibohongi, capek di dholimi lebih baik bunuh saya saja,” ungkap Vanessa.

Lebih jauh Vanessa berharap adanya pihak-pihak yang bisa membawa dirinya yang kini dalam situasi putus asa akan masa depannya.

“Kalau tidak ada yang bisa tolongin aku, bunuh aja aku nggak apa-apa,” tambah Vanessa Angel.(tric/Fak/hay).

Komentar

comments