Sejumlah Wartawan Lawan Premanisme Dua Oknum PNS UPT Binamarga Banyuwangi

Sejumlah Wartawan Lawan Premanisme Dua Oknum PNS UPT Binamarga Banyuwangi

Faktanews.co.id.- (Banyuwangi)- Kesalahan kebiasaan berperasangka kepada wartawan dan LSM yang datang diinstansinya, Dua oknum staf Upt Bina Marga Banyuwangi akhirnya mendapat perlawanan keras sejumlah wartawan.

Kamis 5 Oktober 2017, Pramuji dan teman sekantornya Denok didatangi sejumlah wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan MAHKOTA Banyuwangi dan LSM untuk minta klarifikasi kejadian sejujurnya ketika kedatangan jurnalis pada pukul 10 siang, Rabo 4 Oktober 2017 datang dikantornya.

Sebelumnya, selang beberapa jam kejadian Pramuji sempat mengelak bahkan berbalik menuduh wartawan salah tidak etis (menggunakan sandal jepit).

Belakangan Pramuji mengakui, dia melakukan kesalahan karena sejak awal berprasangka yang datang dikantornya hanyalah wartawan abal-abal seperti yang sering diprasangkakan kepada tamu wartawan sebelumnya.

“Saya akui saya kemarin salah sangka karena dikantor sering datang wartawan abal-abal, spontan saya mendorong kepala wartawan, saya tidak tahu itu ternyata Pak Makin yang wartawan,” elak Pramuji ketika dikonfirmasi beberapa pengurus Forum Wartawan MAHKOTA dan beberapa wartawan lain, (5/10).

Ditanya kenapa sebelumnya tidak mengakui berbuat hal di luar batas (premanisme) sebagai pelayanan di instansinya bahkan mencari-cari kesalahan dengan mengatakan wartawan yang datang hanya menggunakan sandal?. Padahal justru dirinya yang menggunakan sandal.

“Saya akui, saya pasrah ternyata saya melakukan kepada wartawan, apalagi ternyata yang datang itu wartawan senior di Banyuwangi,” ungkapnya.

Seperti diketahui, terkait tindakan tak terpuji dua oknum PNS Bina Marga Jatim Banyuwangi kepada salah satu wartawan senior Banyuwangi, sejumlah wartawan mengancam akan melakukan aksi bahkan Forum Wartawan Mahkota mendadak melakukan rapat internal untuk mengambil sikap.

Sejumlah pengurus Forum Wartawan MAHKOTA semakin geram karena Pramuji sempat berbohong untuk menutupi kesalahan.

Dalam kronologinya Makin sebelumnya sudah memberitahukan sebagai jurnalis dan tujuan kedatangannya.

Namun setelah dipertemukan oleh staf TU menuju ruangan lain suasana sejak awal tidak bersahabat, mata dan raut wajah maupun sikap dua staf UPT Bina Marga Denok dan Pramuji menampakkan kecenderungan tergangggu kehadiran wartawan.

Sikap itu berlanjut ketika
Denok kembali dengan nada ketus mempersilahkan wartawan sendirian menuju ruangan lain mengisi absensi.

Entah apa yang dikatakan berikutnya, diingatkan sikapnya tidak boleh dilakukan sebagai instansi layanan pemerintah.

“saya sebenarnya sering mendengar dikantor itu (PU Binamarga Jatim Banyuwangi) ada orang seperti itu, tapi karena niat kesana kaitan Profesi, ya saya harus tetap kesana,” jelasnya.

Yang tidak disangka Justru perilaku Arogan berlanjut, ketika dirinya sedang menulis absen, dihampiri Pramuji dan mendorong kepalanya, sehingga langsung terjadi cekcok mulut saat itu.

“Tadi Pramuji sudah mengakui sendiri ke kami, kini kami sebagai organisasi wartawan sedang merapatkan barisan dengan beberapa LSM untuk melakukan protes baik lisan maupun tertulis kepada instansinya, ini untuk pembelajaran bila keterlaluan seperti ini dimungkinkan kami pertimbangkan untuk menempuh jalur hukum,” kata ketua Forum Wartawan Mahkota Banyuwangi Dudy Sucahyo SH didampingi beberapa Anggota dan sejumlah pengurus lain Rudi, Agus, Muhibut. (ver).

Komentar

comments