Satu Hadir Ditahan KPK, Lima Orang Anggota DPRD Malang Mangkir

Satu Hadir Ditahan KPK, Lima Orang Anggota DPRD Malang Mangkir

Faktanews.co.id.– Satu-satunya anggota DPRD Kota Malang, Bambang Sumarto yang hadir pada pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung ditahan usai pemeriksaan, Kamis (29/3/2018).

Bambang Sumarto sebenarnya diagendakan diperiksa dengan tersangka lainnya Sulik Lestyowati, Abdul Hakim, Imam Fauzi, Syaiful Rusdi, dan Tri Yudiani, namun 5 anggota DPRD Kota Malang ini mangkir.

Enam tersangka ini adalah bagian dari 19 tersangka baru (Wali Kota Malang periode 2013-2018 Moch Anton dan 18 anggota DPRD Kota Malang) hasil pengembangan suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang tahun 2015.

“Hanya satu orang yang datang, BS ditahan di Rutan Cabang Guntur,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, (29/3).

Dengan ditahannya Bambang Sumarto sudah 11 orang tersangka dari anggota dewan yang ditahan KPK dari jumlah total 21 tersangka.

Dalam kasus ini KPK awalnya menetapkan dua tersangka penerima eks Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono diduga menerima suap Rp 700 juta dan pemberi suap Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang Jarot Edy Sulistyono.

Sehari sebelumnya (28/3/2018) nama anggota DPRD Kota Malang, Sahrawi juga tercatat dalam panggilan namun mangkir tanpa pemberitahuan.

Dalam kasus ini, KPK telah menahan 12 tersangka,

Petahana Pilkada Kota Malang 2018 (Wali Kota nonaktif Malang) Moch Anton dan pasangannya Cawali saat ini menjabat Anggota DPRD Yaqud Ananda Gudban resmi ditahan Rabu 28 Maret 2018.

Penahanan keduanya berbarengan penahanan anggota DPRD Malang Heri Pudji Utami, Abd Rachman, Hery Subiantono, Rahayu Sugiarti, dan Sukarno.

Kemudian Wakil Ketua DPRD Kota Malang, M Zainuddin dan Wiwik Hendri Astuti, serta tiga anggota DPRD, Salamet, Mohan Katelu dan Suprapto. (ti/hay).

Komentar

comments