Satpol PP ‘Hanya’ Tutup Pintu Kecil, Namun Ribuan Ayam Mati.

Satpol PP ‘Hanya’ Tutup Pintu Kecil, Namun Ribuan Ayam Mati.

Sudah 4 bulan Milan Berharap Kejelasan Penyidikan

Faktanews.co.id-(Banyuwangi)- Berkaitan dengan kejadian yang menimpa pengusaha ayam bertelur Milaningsih, akhirnya Kabid penegakan perda Satpol PP Banyuwangi Joko Sugeng SH. angkat bicara keterkaitan pihak satpol PP Banyuwangi dalam penutupan kandang ayam yang terletak dusun Kedunen, Desa Bomo diwilayah Kecamatan Blimbingsari.

“saya dan tim jalankan tugas sesuai perintah dan presedur dengan tetap mempertimbangkan sisi sosial dan kemanusiaan, kami hanya tutup pintu sebelah timur sehingga pemilik masih punya akses masuk lewat pintu utama untuk memberi makan dan merawat ayam, saat itu juga (17 Februari 2017) kuncinya juga kita berikan kepala desa,” katanya kepada Hayatul Makin dari Faktanews.co.id.

Selanjutnya pihak Satpol PP tidak terlalu mengetahui dikemudian hari ternyata seluruh pintu masuk kekandang ayam ditutup rapat sehingga pemilik tidak bisa lagi memberi makan dan merawat sehingga berakibat seluruh ayam mati.

Bahkan Joko juga kaget mendengar kabar anjing peliharaan pemiliknya juga mati karena hal sama (pemilik tidak bisa memberi makan maupun perawatan kesehatan).

Dalam kaitan matinya seluruh ayam, Milaningsih (pemilik usaha ayam bertelur) telah melaporkan kepala desa setempat (Bomo), Sekretaris dan Camat Blimbingsari serta pihak lainnya. kepada pihak Polres Banyuwangi dengan nomor Stpl 045/II/2017/Res.Bwi.

Informasi terkini, kasus ini akan dilaporkan ke Polda Jatim.

Saat ini Camat Blimbingsari Abd Latif, Sekretaris Kecamatan, Kepala Desa Bomo, Suratman, beberapa anggota Lsm serta pihak lainnya masih berstatus jadi saksi-saksi yang kemungkinan diantaranya akan menjadi tersangka.

“kita sangat tahu itu, usaha perlu waktu dan kesiapan untuk untuk pindah atau mengurus ijin yang baru ataupun memperpanjang ijin, jadi kita tidak serta merta menutup semuanya, didalam juga ada ayam makhluk bernyawa perlu makan dan perawatan,” katanya. (20/6).

Menyusul proses hukum yang kini masih berjalan di Polres Banyuwangi, Joko mengatakan, “kita beri keterangan kepada Polisi seperti yang kita tahu dan kita lakukan sesuai tugas,” jelasnya.

Seperti diketahui, Penutupan kandang ayam di wilayah Kecamatan yang pada 2017 baru dipisah dari Kecamatan Rogojampi (Kecamatan Blimbingsari) ini, cukup ekstrem, pintu masuk kekandang ayam yang sejak tanggal 17 Februari 2017 disegel, berlanjut penutupan pintu gerbang akses utama masuk oleh oknum sehingga sang pemilik tidak bisa masuk kandang maupun memberi makanan.

Akibatnya 5.700 ekor ayam bertelur milik Milaningsih sedikit demi sedikit mati kelaparan, kerugian ditaksir bernilai milyaran rupiah.

Menurut sumber, persoalan berawal ketika sang pemilik usaha ayam bertelur memberhentikan salah satu karyawannya karena berbagai hal menyangkut kinerja.

Pemberhentian salah satu karyawan itu awalnya menghasilkan perubahan seperti hilangnya bau, peningkatan jumlah telur karena perawatan dan pemberian makanan ditangani langsung.

Namun belakangan pemberhentian karyawan tersebut, berdampak ketika pihak yang mengatas-namakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pihak terkait lainnya mulai menyoal usaha ayam bertelur tersebut.

“Kita usaha dan menempati disini sudah 29 tahun (sejak tahun 1998), sebelumnya tidak pernah ada masalah, kita gak bisa tiba-tiba harus pindah tempat, kita butuh waktu beli tanah baru dan kesiapan lainnya,” ungkap Milaningsih, sebelumnya kepada sejumlah wartawan.

Sebelumnya sang pemilik usaha ayam bertelur tersebut terdesak waktu, kesulitsn mencari tempat kandang ayam baru (butuh kesiapan lahan serta kebutuhan ijin administrasi baru).

Pada sisi lain, langkah-langkah yang diberikan pihak kepala desa Bomo dan Kecamatan Blimbingsari dirasakan sangat mempersulit kelanjutan usaha ayam bertelur tersebut, sementara waktu yang ada sudah digunakan untuk mencari tempat baru, seraya merawat ayamnya agar tetap bisa hidup.

Bahkan pemilik juga berupaya menjual ayamnya, namun hal itu masih terkendala karena nilai tawar jauh dari harga normal (hanya ditawar 10 ribu perekor)
Dalam pembicaraan singkat didekat lokasi kandang ayam bertelur, Milan berharap proses hukum laporannya dikepolisian Polres banyuwangi untuk mencari keadilan segera berjalan.

Sejak laporan, dirinya belum mendapat kepastian siapa saja yang harus bertanggung jawab terhadap kejadian dan kerugian yang dia alami. “ya itulah, sampai saat ini belum ada kabar,” ungkapnya.

Karena masih terkunci, hingga saat ini Milaningsih harus memanjat tembok untuk memasuki pekarangan miliknya sendiri yang sebelumnya didalam terdapat ribuan ayam bertelur

Kades Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Suratman di Konfirmasi, tak membantah dirinya menjadi salah satu saksi dalam kasus tersebut. “Saya sudah dipanggil Polisi untuk memberi keterangan,” katanya.

Menurutnya, dalam kasus itu mestinya pemilik bisa menghubungi dirinya agar bisa masuk untuk merawat ayamnya.

“Kalau dia meminta juga bisa,” kata Sutarman. (kin).

Komentar

comments

Tagged with