Sambut Hari Valentine, Duta Anti Narkoba Roro Fitria Pesan Sabu Di Fotografer

Sambut Hari Valentine, Duta Anti Narkoba Roro Fitria Pesan Sabu Di Fotografer

Faktanews.co.id-(Artis)- Dunia selebrity kembali tercoreng, sehari setelah Fahri Albar tertangkap terkait Narkoba menyusul Roro Fitria ditangkap karena Narkoba oleh Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.

Roro Fitria ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti memesan dan menggunakan narkotika jenis sabu.

Artis bernama lengkap Raden Roro Fitria Nur Utami ini menggunakan baju tahanan dihadirkan dalam rilis dengan wartawan dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Suwondo Nainggolan diJakarta, Kamis (15/2).

Dalam rilis, Roro Fitria banyak menundukkan kepala dan kerap memejamkan matanya.

Kronologi penangkapan Roro Fitria oleh Subdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada Rabu (14/2/2018).

Bermula dari laporan warga mengenai rencana transaksi jual beli narkoba.

Roro memesan narkotika berjenis sabu kepada seorang pria berinisial WH untuk digunakan menyambut hari Valentine.

WH dikabarkan adalah Wawan Hartawan (40) berprofesi sebagai fotografer yang sesaat sebelumnya ditangkap lebih dulu di samping showroom Suzuki di Jl Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Rabu (14/2) kemarin.

Wawan menerima pesanan sabu Roro tanggal 13 Februari dan rencananya akan diantar kerumah Roro tanggal 14 Februari namun keburu tertangkap.

“Iya dia (Roro) ada pesanlah sama WH itu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Roro Fitria dikenakan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara.

Sementara itu, tertangkapnya Roro Fitria dalam kasus Narkoba juga sempat membuat khalayak tak percaya karena Roro dipercaya sebagai Duta Anti Narkoba.

“Dia artis yang aktif memberi bahaya penyuluhan narkoba. Makanya pas dapat informasinya kok saya tadi nggak percaya,” kata Sunan Kalijaga di Polda Metro Jaya, Kamis (15/2/2018).

Menurut sahabat Roro ini, Narkoba di Indonesia sudah luar biasa merasuki setiap sendi dan mengatisipasi sulit seperti mengurai benang kusut.

“itulah yang membuat saya prihatin, Seorang penyuluh yang aktif di kegiatan (antinarkoba) ternyata dia juga terkena,” papar Sunan. (kan/hay).

Komentar

comments

Tagged with