Rute Gerak Jalan HUT. RI Diubah, Kota Banyuwangi Sepi

Bupati Foto Bersama Warga (29/8)Faktanews.co.id.(Banyuwangi)– Puncak kegiatan memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 70 tahun 2015, Pemkab Banyuwangi mengadakan gerak jalan Tradisional, Sabtu( 29/8) .

Yang menyita perhatian dan menjadikan suasana berbeda dari puluhan tahun sebelumnya, rute tahun 2015 dirubah.

Puluhan tahun sebelumnya, Setiap agenda gerak jalan HUT RI ramai, ribuan penonton selalu memadati jalanan rute gerak jalan, utamanya kota Banyuwangi sebagai ibukota kabupaten, paling ramai dipadati kerumunan masyarakat sejak siang hingga menjelang subuh.

Hal itu karena mulai tingkat SD, SMP hingga katagore dewasa atau umum semuanya fhinis di sekitar jalan Taman Blambangan, kota Banyuwangi.

Namun untuk tahun 2015 ini kota Banyuwangi sepi kehilangan gairah, karena hanya gerak jalan tingkat SD melintas dan fhinis di Banyuwangi.

Selebihnya untuk tahun 2015 ini, tingkat SMP menempuh rute dari Benculuk menuju fhinis Rogojampi.

Begitu pula perubahan rute terjadi pada gerak jalan tingkat umum katagore beregu dan perorangan menempuh jarak 45 KM, puluhan tahun sebelumnya Start dari Jajag menuju Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan. Tahun ini memang rute untuk gerak jalan tradisional dirubah rute.

“Berbeda dengan tahun- tahun sebelumnya, biasanya untuk yang 45 Km, start dari lapangan jajag dan finish di lapangan Blambangan, saat ini start dari lapangan gambiran dan finish di Kecamatan Rogojampi,” kata Anas dalam sambutan pelepasan gerak jalan Tradisional, katagore Umum beregu dan Perorangan, di lapangan Gambiran, (29/8).

Sayangnya Bupati Banyuwangi yang juga calon peserta Pilkada Incumbent 2015 tersebut, tidak menjelaskan alasan perubahan rute gerak jalan.

Sementara itu, pada hari pelaksanaan gerak jalan memperingati hari kemerdekaan yang biasa dilaksanakan sabtu malam pekan akhir bulan Agustus biasa 2015, kota Banyuwangi sepi.

Lalu lalang kendaraan di Banyuwangi tak berubah seperti biasa, aktivitas masyarakat tak ada perubahan seperti hari biasa.

”gak tahu mas, kok fhinis gerak jalan tradisional dipindah dari Banyuwangi, kecewa sih kecewa tapi kita sebagai rakyat cuek aja,” kata Nasir warga Banyuwangi seakan mewakili suara warga Banyuwangi.(makin).

Komentar

comments

Tagged with