Rusak dan Buang Sobekan Qur’an Pelaku Ditangkap Dirumah Kosong

Rusak dan Buang Sobekan Qur’an Pelaku Ditangkap Dirumah Kosong

Faktanews.co.id.–ERN (33 tahun warga Kota Tasikmalaya sebagai tersangka perusakan Al Quran menyusul adanya laporan ditemukan sejumlah potongan Al Quran di pinggir jalan.

ERN (33 tahun) ditangkap di sebuah rumah rumah kosong yang dijadikan tempat tinggalnya pada Kamis (19/12).

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tasikmalaya Kota.

polisi mengecek ke dalam rumah kosong tersebut, ditemukan sebuah Al Quran yang telah rusak. Setelah dicermati, potongan Al Quran yang ditemukan di pinggir jalan identik dengan yang ada di rumah kosong itu. Atas dasar keterangan saksi dan bukti, polisi lantas menangkap terduga pelaku.

Dalam pemeriksaan diperoleh keterangan ERN mengambil Al Quran dari masjid kemudian dibawa ke tempat tinggal ERN,

ERN sempat mengambil bagian tengah Al Quran tersebut untuk contoh ditulis kembali ke dalam kertas.

Lembaran itu dilipat lipat lalu disobek dan sobekan tersebut dibuang dipinggir jalan sekitar minimarket Jalan Galunggung Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Tawang.

“Keterangan dari yang bersangkutan, dia membenarkan dia membuang quran itu pada Kamis dini hari. Kita langsung tetapkan tersangka,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Sudiantoro, Jumat (20/12).

Tersangka ERN akan dikenakan Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama. Terdangka diancam dengan hukuman penjara lima tahun.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto mengatakan, polisi akan terus dilaksanakan penyidikan sampai berkas perkara dapat memenuhi unsur tindak pidana dan diserahkan berkasnya ke Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya,

“Ini akan melengkapi bekras kami. Perkara akan tetap lanjutkan hingga proses peradilan,” kata Anom.

Sementara itu, dikutip dari republika berdasarkan pemeriksaan kejiwaan yang dilakukan tim psikolog, yang dipimpin Endra Nawawi, ERN diduga mengalami gangguan jiwa

“Yang dapat kami simpulkan dari alat ukur dan riwayatnya, dia mengalami gangguan skizofrenia residual. Ini adalah pecahnya kepribadian yang tingkatnya masih rendah,” katanya Jumat, (20/12).

Endra merincikan ketika berkomunikasi dengan tersangka, dalam dua menit pertama, komunikasi Ern dengan tersangka masih nyambung selanjutnya, tim psikolog tak lagi dapat menangkap inti percakapan dengan Ern.

Dalam hasil tes tertulis kepada Ern, juga menunjukkan tersangka memgalami skizofrenia residual.

“Ini sudah lebih dari depresi. Skizofrenia ini adalah tingkatan yang paling tinggi dari gangguan kejiawaan. Tapi dia masih beberapa bagian nyambung,” ungkapnya.(reci/20/hay).

Komentar

comments