Ruliyono: Multi Player Efect Pariwisata Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Ruliyono: Multi Player Efect Pariwisata Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)– Sejumlah Wakil rakyat daerah berjuluk “Kota Seribu Benteng “Kota Sabang, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam berkunjung ke DPRD Kabupaten Banyuwangi,(27/1/2020).

Mereka dalam agenda kerja study banding pengembangan pariwisata dan sistem pemungutan retribusi obyek pariwisata yang dimungkin dapat di implementasikan di kota Sabang.

Rombongan anggota DPRD Kota Sabang yang dipimpin Abdul Muthalib,SE diterima Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliono,SH didampingi beberapa anggota dewan dari lintas fraksi.

Nampak hadir pula dari eksekutif pemerintah Banyuwangi seperti  perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata , Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Dinas PU Cipta Karya, Perumahan dan Pemukiman.

“Kami tertarik berkunjung ke Banyuwangi karena informasi perkembangan pariwisata dari media massa, tahun 2004 lalu sektor unggulan Banyuwangi perikanan, namun begitu bergeser ke pariwisata perkembangannya begitu pesat,”Kata ketua rombongan DPRD Kota Sabang, Abdul Muthalib,SE, (27/01/2020).

Muthalib mengaku, sektor pariwisata salah satu bidikan kota Sabang saat ini karena bisa membuat gairah ekonomi kreatif masyarakat.

“Perkembangan pariwisata Banyuwangi layak di contoh, akses perhubunganya cukup baik dan tidak macet, kondisi ketertiban dan keamananya juga terjaga dengan baik,”ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliono mengatakan, masyarakat Banyuwangi harus merasa bangga terhadap daerahnya yang dijadikan jujukan daerah lain untuk belajar pengembangan pariwisata.

Untuk memulai suatu perubahan, tentunya diperlukan langkah pasti dan berani untuk melaksanakan.

Dalam hal ini Banyuwangi memilih mengunakan keaneragaman budaya dan tradisi dikemas dalam festival yang disebut dengan event Banyuwangi Festival atau B-Fest.

Menurut Ruli, Multi Player Efect dari pariwisata itu sangat luar biasa sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pendapatan perkapita rakyat dari Rp. 20,86 juta pertahun naik menjadi Rp, 48,75 juta pertahun.

“Banyuwangi gencar mempromosikan pariwisata daerahnya, karena hal itu dapat menggerakkan ekonomi, salah satunya pendapatan daerah dan dapat memperdayakan masyarakat,”papar Ruli.(*kin).

Komentar

comments

Tagged with