RSUD Blambangan Tidak Temukan Korban Miras

RSUD Blambangan Tidak Temukan Korban Miras

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Meski sempat dikabarkan banyak korban meninggal akibat minuman keras yang diduga oplosan namun pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan, Banyuwangi belum mempunyai kesimpulan beberapa pasien diantara yang tewas maupun masih dalam perawatan berkaitan minuman keras.  

Pihak RSUD Blambangan mengaku kesulitan menyimpulkan penyebab kematian enam warga yang meninggal dalam perjalanan ke Instalasi Gawat Darurat atau ruang rawat inap rumah sakit tersebut akibat minuman keras.

Apalagi ketika mereka dibawa ke rumah sakit kondisinya sudah sangat buruk.

Taufiq tak menampik bila beberapa hari sebelum dibawa ke rumah sakit, para warga itu sempat diinformasikan dan keterangan dari keluarga pasien, terkait korban itu sebelumnya meminum Miras.

Namun menurutnya, informasi keterangan itu tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian, karena tidak menutup kemungkinan riwayat penyakit pasien sebelumnya menjadi penyebabnya.

Taufik menjelaskan, rata-rata pasien yang masuk instalasi rawat darurat tersebut dalam penurunan kesadaran, ada juga mulut pasien mengeluarkan busa.

Versi RSUD Blambangan ada 10 pasien yang ditangani RSUD Blambangan selama bulan April ini, namun tim medis tidak menemukan adanya pengaruh alkohol dalam tubuh pasien.

Kalaupun pasien meninggal dunia diduga akibat minuman keras, tetapi jarak antara meninggalnya pasien dengan saat pasien menenggak miras berbeda hari.

“tim medis kesulitan dan tidak berani menyimpulkan, Tim medis bisa mengetahui tanda adanya pengaruh alkohol jika dilakukan otopsi, sementara keluarga pasien menolak,” kata Direktur RSUD Blambangan dr Taufik Hidayat dalam jumpa pers Kamis (19/04) siang.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Bidang Pelayanan RSUD Blambangan, dr. Aisyah Anggraini menjelaskan, pada bulan April 2018, terdapat 10 pasien alamat berbeda sudah ditangani pihak rumah sakit akibat keracunan.

Dari 10 pasien tersebut, 6 meninggal dunia, 3 sedang menjalani perawatan, dan 1 pasien sudah dipulangkan.

Pasien meninggal dunia masing-masing di inisialkan, SD umur 42 tahun asal Kecamatan Glagah, AR umur 23 tahun asal Kelurahan Singotrunan, HB umur  24 tahun asal Kelurahan Boyolangu, AP umur 25 tahun asal Kelurahan Kertosari, FN umur 27 tahun asal Desa Lugonto, dan pasien MY umur 51 tahun asal Kelurahan Temenggungan.

Untuk yang masih menjalani perawatan di RSUD Blambangan , EB umur 32 tahun asal Kelurahan Klatak, SA umur 40 tahun asal Kelurahan Mojopanggung, dan BY umur 25 tahun Kalipuro. sedangkan ET umur 24 tahun asal Perum PKBR. sudah bisa dipulangkan.

“kita beri inisial karena merupakan dokumen rahasia pasien dan pihak rumah sakit,” kata dr. Aisyah. 

Seperti diketahui sebelumnya, sebanyak tujuh orang warga diduga keracunan setelah menenggak Miras.

Lima orang dirujuk ke rumah sakit, satu dirawat empat meninggal Sadely (42) Warga Glagah minggu (15/4).

Agus Rudiansyah (23) Jl. Raung, Singotrunan Banyuwangi, Senin (16/4).

Hendra Bayu (24) rt 01/II Boyolangu, Giri, Selasa (17/4).

Alek (25) Jl. KH Wahid Hasim 30 meninggal pukul 01.00 Rabo (18/4).

Sementara dua orang lainnya meninggal  ditempat berbeda Selasa (17/4) tidak sempat dibawa ke rumah sakit, Sofyan Hadi 35 tahun, meninggal di wil. Kelurahan Temenggungan Kecamatan Kota dan Sugihartono 44 tahun, warga Lingk Gaplek RT 02/RW 01 Kel. Bakungan Kecamatan Glagah.

Sedang korban Eko 32 tahun, salah satu orang diduga teler setelah minum miras dan tidak sadarkan diri (mulut bau alkohol) sudah mulai siuman setelah mendapat perawatan dan pengawasan di ruang internal IIIC RSUD Blambangan, wartawan yang sempat mencoba menyapa mengajak ngobrol nampak matanya mengalami penurunan penglihatan.(kin).

Komentar

comments

Tagged with