Rifai : Terkait Demo Kontra Tambang Emas Tumpang Pitu Budi Bego Mestinya Dihukum Bebas

Rifai : Terkait Demo Kontra Tambang Emas Tumpang Pitu Budi Bego Mestinya Dihukum Bebas

Faktanews.co.id.- (Banyuwangi)- Kuasa hukum terpidana Heri Budiawan (Budi  Pego), M Rifai mengatakan, mestinya kliennya dianggap tidak bersalah dan tidak patut dihukum satu haripun.

Ini disampaikan Rifai terkait proses hukum ditingkat kasasi, Mahkamah Agung (MA) justru memutuskan hukuman selama 4 Tahun penjara untuk aktivis tersebut.

Rifai menjelaskan ke sejumlah wartawan, merasa sangat kecewa dan menolak atas pelaksanaan putusan Mahkamah Agung dalam perkara kliennya.

“Kami sangat sangat kecewa atas putusan tersebut, karena berdasarkan Pasal 270 KUHAP, putusan itu belum bisa dilaksanakan,” jelasnya ke sejumlah wartawan.

Dia memberi contoh, semenjak tambang emas Tumpangpitu diambil alih PT. BSI sudah banyak masyarakat jadi korban dan dijebloskan ke penjara.

“Beberapa diantaranya di vonis bebas,” paparnya.

Budi Pego terjebak kasus hukum dan telah divonis 10 bulan penjara buntut dari aksi demo yang dilakukan 4 April 2017 lalu, terdapat spanduk tolak tambang ada yang berlogo mirip Palu Arit (lambang partai terlarang, PKI).

Budi Bego di dakwa melanggar pasal 107 huruf UU no 27 tahun 1999 yaitu tentang perubahan KUHP yang berkaitan dengan kejahatan terhadap keamaanan Negara.

Budi Bego sempat menjalani masa hukuman penjara di Lembaga pemasyakatan Banyuwangi selama 10 bulan berdasar putusan Pengadilan Negeri Banyuwangi dan berakhir 1 Juli 2018 lalu.

Ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penununtut Umum (JPU) Budi Cahyono SH MH yang menuntut 8 Tahun penjara.

Namun dalam hukum ditingkat kasasi, Mahkamah Agung (MA) justru memutuskan hukuman selama 4 Tahun penjara untuk aktivis tersebut.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Banyuwangi Thoriq Mulahela, SH menjelaskan, perkara Budi Pego sudah incrah dan pihak kejaksaan sudah melayangkan surat panggilan ke terdakwa untuk segera dilakukan eksekusi agar Budi Bego menjalani hukuman 4 tahun dipotong 10 bulan yang sudah dijalani sebumnya.

“Kita akan lanjutkan panggilan lagi. Apabila tidak hadir, maka akan kami jemput paksa,”katanya. (kur/kin).

Komentar

comments