Ribuan Warga Rogojampi Sholat Istisqo dan Berdo’a Minta Hujan

Ribuan Warga Rogojampi Sholat Istisqo dan Berdo’a Minta Hujan

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)– Menyusul musim kemarau berkepanjangan berakibat sejumlah sumber air mengering Warga Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, melakukan salat Istisqa dan berdoa meminta turun hujan di Lapangan Lugjag Desa Cangkring Rogojampi,Rabu (30/10/2019) pagi.

Sholat Istisqa dan do’a bersama masyarakat hingga pelajar ini diikuti oleh Ribuan warga serta pimpinan Muspika Kecamatan Rogojampi dengan prakarsa Keluarga Besar Koramil 0825/12 Rogojampi beserta Ormas Islam se wilayah Kecamatan Rogojampi.

Saat sholat warga dan pelajar memasang sajadah memenuhi Lapangan Lugjag, Saf depan diisi oleh jemaah pria dan saf belakang perempuan.

“Kita bersama komponen masyarakat Rogojampi, meliputi Danramil, Kapolsek Juga Camat beserta jajarannya, melaksanakan salat istisqa bersama alim ulama, warga dan pelajar. Memohon kepada Allah diturunkan hujan untuk keberkahan warga Rogojampi,” kata Kapten czi Sahar Susanto.

Sahar mengungkapkan sejak dilanda kemarau berkepanjangan ini wilayah Kabupaten Banyuwangi sebagian besar dilanda kekeringan dan sumber air mengering.

“Hampir lima hingga enam bulan kemarau dan menyebabkan kekeringan di desa-desa yang ada di Banyuwangi umumnya dan diwilayah Rogojampi khususnya. Warga kesulitan air bersih, semoga segera turun hujan,” ujar Sahar.

Menurut dia, kemarau yang terjadi tahun ini cukup parah. Bahkan, sambung Sahar, kebutuhan air bersih untuk warga banyak yang mengandalkan air sumur yang sudah dangkal.

“Selama kemarau, baru pertama kali menggelar salat istisqa. Untuk kemarau tahun ini dirasakan parah, warga sudah kekurangan air bersih,”ucapnya.

Selain soal kemarau, Sahar mengungkapkan, pelaksanaan salat istisqa ini sekaligus sebagai bentuk kepedulian terhadap wilayah Kabupaten Banyuwangi yang tengah dilanda kebakaran lahan.

“Ada kejadian kebakaran lahan, di antaranya di Gunung Rante, juga kawasan TWA Kawah Ijen yang sampai saat ini masih dilakukan upaya pemadaman, acara ini bentuk kepedulian kami kepada warga Kabupaten Banyuwangi dan memohon kepada Alloh,”ungkap Sahar. (her/kin).

Kabupaten Banyuwangi merupakan penghasil dan juga lumbung pertanian. Akibat kekeringan ini merepotkan para petani untuk bercocok tanam.

“Keberadaan mata air sudah surut, sumur-sumur warga juga sudah banyak yang kering. Apalagi untuk pertanian, seperti diketahui Rogojampi,salah satu komoditas utamanya pertanian, kekeringan ini dikeluhkan para petani. Semoga hujan cepat turun,” kata Camat Rogojampi Nanik Machrufi yang juga ikut sholat istisqo dan berbaur bersama ratusan warga.

Komentar

comments

Tagged with