Rekening Diblokir, BNI Digugat

Rekening Diblokir, BNI Digugat

Faktanews.co.id.(Banyuwangi)– Gugatan Nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) melawan nasabahnya sendiri Sunartiningsih (40) memasuki sidang kedua di PN Banyuwangi, (9/11/2017).

Sunartiningsih Warga Dusun Bulusari RT 05 RW 01 Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi menggugat BNI 46 karena rekeningnya di blokir sehingga seperti isi dalam gugatan dirinya mengalami kerugian materiil Rp. 300 juta dan immateriil sebesar Rp. 1 Milyar.

Dalam perkara No. 154/Pdt.G/2017/PN.Bwi ini Bank KCP BNI Muncar sebagai tergugat 1 dan BNI Banyuwangi selaku tergugat 2.

Namun dalam sidang dengan agenda jawaban tergugat meminta majelis hakim menolak gugatan untuk seluruhnya atau setidak tidaknya menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijk Verklaard).

Dalam sidang yang berlangsung tadi siang kamis (9 November 2017) tersebut, pihak Bank yang hadir ada 4 orang antara lain Misnan Yulianto (manager Bank BNI Unit Muncar) FEBRINA SETYOWATI (bni cabang Banyuwangi) didampingi Sahrono,SH,MM serta Ahimsa Syafii WA, SH.

Sementara itu, dalam isi gugatannya Rohman Hadi selaku kuasa Hukum Sunartiningsih mempertanyakan surat BWI/20.3/0837/R tentang pemblokir rekening no 0354503239.

Oleh Bank BNI pemblokiran itu beralasan karena mendapat perintah dari kabareskrim POLRI di Tipidum Nomor R/37/VII/201/Bareskrim tanggal 27 juli 2017.

Padahal kliennya bukanlah pelaku kejahatan criminal namun tiba-tiba saja sejak tanggal 28 juli 2017 pihak bank telah memblokir sepihak rekeningnya.

“ibu Sunartiningsih bukanlah seorang tersangka atau terlibat Kriminal dipanggil polisi saja tidak pernah,” katanya, kepada Faktanews.co.id

Lebih jauh menurutnya, sebelum adanya pemblokiran itu, Sunartiningsih sempat didatangi beberapa orag dari BNI dengan menawarkan layanan pencairan 1 milyar sehari.

Menurutnya sebelum melakukan gugatan pihaknya sebenarnya juga telah mensomasi agar membuka rekening tersebut, karena terkait peraturan Bank Indonesia Nomor :2/19/PBI/2000 Tentang persyaratan dan tata cara pemberian perintah atau izin tertulis membuka rahasia bank pada pasal 12 ayat 1.

“pemblokiran dan atau penyitaan simpanan atas nama seorang nasabah penyimpanan yang telah dinyatakan sebagai tersangka atau terdakwa oleh polisi, jaksa, atau hakim dapat dilakukan sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku tanpa memerlukan izin dari pimpinan Bank Indonesia,” katanya. (ver/kin).

Komentar

comments