Rehabilitasi Tio Pakusadewo Tergantung Asessment

Rehabilitasi Tio Pakusadewo Tergantung Asessment

Faktanews.co.id.- (Artis)- Aktor film Tio Pakusadewo mengakui dirinya menggunakan narkoba untuk menghilangkan rasa sakit di bagian kaki pasca-kecelakaan beberapa tahun lalu.

Ini disampaikan Kasubdit II Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Doni Alexander, di Polda Metro Jaya, terkait penangkapan aktor masih terhitung kerabat Kadipaten Pakualaman yang bernama lengkap Kanjeng Raden Tumenggung Irwan Susetyo Pakusadewo.

Tio mengaku menggunakan narkoba untuk mengurangi rasa sakit pasca kecelakaan motor yang menimpa dirinya beberapa bulan lalu. Tio harus melakukan operasi dan pasang pen pada kakinya.

“Menghilangkan rasa sakit, keterangan dia seperti itu. Kata dia memang salah satu percaya diri meningkat, rasa sakitnya agak berkurang,” terang Kasubdit II Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Doni Alexander, di Polda Metro Jaya, Jumat (22/12).

Tio Pakusadewo tanpa mempersulit ketika ditangkap, di rumahnya kawasan Jakarta Selatan, Selasa (19/12).

Saat itu polisi menemukan tiga bungkus plastik klip berisi kristal metapetamin, atau biasa dikenal sabu, seberat 1,06 gram. Seperangkat alat konsumsi sabu, bong cangklong, korek api, dan satu handphone.

Dalam penyidikan juga terungkap, Tio sudah menggunakan Narotika sejak puluhan tahun dan Tio memakai sabu tiap hari.

“Maksimal ya satu gram tiap kali dia membeli itu, dia sudah akut lah. Kalau saya pikir selama 10 tahun mungkin lebih dari 1,06 gram. Selama dia pakai 10 tahun, banyaklah,” Ungkap Doni (22/12).

Apakah Tio sebagai pemakai pecandu direhabilitasi?  itu tergantung oleh tim assesment.

“Sesuai dengan peraturan yang ada kemungkinan besar kita lakukan assesment dulu, apa nanti hasil dari assement apa rehab atau bagaimana kita tunggu dari tim assement,” katanya.

Sementara itu Tio mengakui kesalahan nya dan berharap apa yang dilakukan tidak ditiru.

“Saya adalah contoh, contoh yang tidak perlu diikuti dan tidak perlu diulangi lagi. Terima kasih,” ujar Tio diarea jumpa pers Polda Metro dengan mengenakan baju tahanan (22/12)

Tio dijerat melanggar Pasal 114 ayat (1) subsidair Pasal 112 ayat (1) lebih subsidair Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika. (me/hay).

Komentar

comments

Tagged with