Rebutan Warisan Sesama Keluarga Berujung Eksekusi Pembongkaran Bangunan

Rebutan Warisan Sesama Keluarga Berujung Eksekusi Pembongkaran Bangunan

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)- Sempat terjadi penolakan dan keberatan dari tergugat Siti dkk yang berargumen mempunyai Sertifikat sah, eksekusi rumah dan tanah seluas 1.200 M2 terletak di Dusun Krajan, Desa Gladag Kecamtan Rogojampi, Banyuwangi 15 Nopember 2018 tetap berlangsung.

Juru sita Pengadilan Negeri Banyuwangi mengatakan bahwa bila memang tergugat tidak terima bisa melayangkan tuntutan secara hukum.

“Eksekusi ini berdasarkan permobonan eksekusi 20 Desember 2016. dan telaj ditetapkan dengan surat penetapan No 217/Pdt.G/2012/PN. Bwi Jo
Nomor 3/Pdt.G/Eks/2017/PN BWI,”kata juru sita Pengadilan Negeri Banyuwangi Sunardi SH membacakan surat eksekusi,(15/11/2019).

Eksekusi ini dikawal oleh puluhan aparat kepolisian Dari Polres Banyuwangi, anggota Polsek Rogojampi didampingi anggota TNI dan satpol PP.

Eksekusi ini merupakan babak akhir dari perseteruan hukum waris masih dalam satu keluarga semuanya beralamat didusun krajan Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

Sucipto, Sumiyati, Kustiyah, Amenah, Budiadi, Sugiyadi, Suswati, Liya tri lestari, Eka suciarti, Emilia dan Lia lestari yang dikuasakan kepada pengacara H Oesnawi SH dan Rahmat Yudi Permana SH.

Melawan Siti, Titik, Frengki Harmoko dan Fitriyana yun suci.

Dalam eksekusi ini dilalukan pembongkaran bangunan dengan menggunakan alat berat.

Kepala desa Gladag Chaidir Sidqi yang ikut menyaksikan proses eksekusi mengatakan pada tim faktanews.co.id bahwa sangat menyayangkan akan proses pembongkaran asset tersebut.

“tapi bagaimana lagi, mediasi sudah seringkali diadakan tapi tidak menemukan titik temu dan saling bersikukuh akan argumen masing-masing, padahal antara penggugat dan tergugat masih ada hubungan saudara,” katanya sambil sesekali geleng kepala menyaksikan proses eksekusi.(her/kin).

Komentar

comments

Tagged with