Raker Yapenas, Mayoritas Unit Sekolah 17 Agustus Kembali

Raker Yapenas

Raker Yapenas 2016.

Faktanews.co.id. -(Banyuwangi)-Hanya mengundang lebih dari 100 orang namun Lebih dari 200 orang memadati aula dilantai 2 hotel Santika Banyuwangi, membuat panitia Raker YAPENAS 2016 harus menyiapkan kursi esktra mengingat membludaknya para undangan terdiri guru, kepala sekolah dari Tk hingga Slta dan sejumlah Dosen dibawah naungan lembaga 17 agustus 1945 Banyuwangi tersebut.

“Kami dulu di Sk kan oleh Yapenas setelah itu kok di Sk oleh yang lain, saya sempat bingung, ternyata Yapenas masih ada, saya sekarang jadi kepala sekolah dan guru – guru minta Sk Yapenas saja,” kata salah satu Audien yang hadir.

Sementara itu dengan Raker Yapenas diharapkan 16 aset kelola pendidikan 17 agustus 1945 kembali bersatu berpikir dunia pendidikan Banyuwangi dengan taat azas dan mendahulukan pengabdian.

“Kami tak menyangka yang hadir melebihi jumlah yang kami undang,  saya berharap ini menjadi momen pemahaman kembali ke Khitah sekaligus menangkis klaim pihak tertentu bahwa kami (Yapenas) tidak pernah bubar atau dibubarkan, Yayasan tidak bisa dibubarkan oleh seseorang atau kelompok apalagi menyerahkan aset dan kelola kepada pihak lain kecuali kepada pemerintah, kami tetap ada mulai dulu berdiri hingga sekarang,” kata ketua I Yapenas Suminto, saat jumpa pers (16/6) di sela-sela acara tersebut.

Lebih jauh dijelaskan dari 16 unit pendidikan 17 Agustus 1945 Banyuwangi, kini sudah 14 kembali ke Yapenas.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Yapenas, Misnadi SH. MH yang juga ketua Perhimpunan Advokad Indonesia (PERADI) Banyuwangi mengatakan, ada pihak mendirikan Yapenas baru lalu dengan menggunakan akta no 11 yang sudah tak terpakai, lalu mereka bubarkan sendiri dan mereka membuat lembaga lain untuk menerima aset pendidikan yang bukan miliknya.

Padahal,  seiring berganti periode kepengurusan akta no 11 tersebut sudah berubah menjadi akta no 9.

“Semua aset 17 Agustus 1945 Banyuwangi dari TK, SMA/SMK sampai perguruan tinggi (Untag) Banyuwangi hingga sekarang di Menkumham atas nama Yapenas. Lo kok dibilang kami Yapenas bubar terus menyerahkan atau mewariskan aset kepada lembaga lain, dulu kami mau masuk kepada Untag tapi yang kami hadapi ….. red, maka kami yang taat asas lebih memilih diam, sekarang kami ingin katakan sebenarnya,” katanya. (Van).

Komentar

comments