Pungli Di SMA Negeri Purwoharjo Dilaporkan, Berharap Ketegasan Hukum

Pungli Di SMA Negeri Purwoharjo Dilaporkan, Berharap Ketegasan Hukum

Faktanews.co.id.-(Banyuwangi)-Pungli sekolah dengan berbagai dalih nampaknya terus menguji fungsi lembaga hukum di Banyuwangi

Kali ini dugaan pungli di lakukan di SMA Negeri 1 Purwoharjo.

Modus pun masih pakai cara lama, alasan uang gedung, uang komite, dan kubutuhan murid melalui koperasi.

Bila teridentifikasi jawaban bisa ditebak, tidak memaksa, disetujui wali murid melalui komite dan bagi yang tidak mampu bisa mengajukan surat keringanan.

Sementara wali murid tak banyak pilihan bersikap karena dibawah bayang-bayang sikap sekolah kepada anaknya bila menolak mengikuti kemauan sekolah melalui komite tersebut.

Koordinator Forum Pemantau Aset Negara ( FPAN ) Pelni Rompis mengatakan, pihaknya telah melaporkan berbagai pihak terkait pungutan tanpa dasar hukum yang biasa disebut pungutan liar (pungli) terjadi sekolah SMA Negeri 1 Purwoharjo, Banyuwangi.

“kemarin (Jum’at) kami laporkan di Kejaksaan Negeri Banyuwangi,” kata Pelni (11/11).

Lebih rinci Pelni menjelaskan masing-masing Pungli yang dimaksud terjadi pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) didalamnya ada rincian uang gedung, uang Komite dan uang untuk kebutuhan siswa melalui Koperasi dari tiga jenis punggutan itu pembayaran tiap siswa 5 juta lebih.

Sementara jumlah siswa PPDB sebanyak 249 orang. total keseluruhan hasilnya mencapai berkisar 1,3 M.

“Dalam surat laporan sudah ada rinciannya,”jelas Pelni

Pelni mengaku sebelum melapor kepada kejaksaan, sebenarnya pihaknya sudah meluncurkan surat klarifikasi ke sekolah.

” kami sudah surati sekolah mohon klarifikasi terkait dugaan pungutan tersebut, namun tidak ada tanggapan,” jelas Pelni didampingi ketua Lsm Somasi Suparmin, SH.

“Demi kelangsungan dan kelancaran pendidikan anak bangsa, saya sesama lembaga mendukung tindakan FPAN, dan tentunya hal tersebut bisa berjalan dengan baik harus didukung oleh penegakan hukum, ” kata Suparmin.

Sejauh ini terkait hal itu belum ada tanggapan resmi dari Kepala sekolah SMA Negeri 1 Purwoharjo, kecuali melalui seluler mengaku sudah mengetahui adanya laporan kepada Kejari Banyuwangi. (ver/kin).

Komentar

comments