PT.KAI Dan Bupati Luncurkan Lori Wisata Gunung Kumitir

Wisata Terowongan

Wisata Terowongan Gunung Kumitir

Faktanews.co.id.(Jatim)– Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas  bersama Direktur Keuangan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didik Hatantyo,  resmi meluncurkan paket lori wisata menyusuri perkebunan kopi dan cokelat di kawasan Kecamatan Kalibaru. pada Minggu (20/3/2016).

Bupati Anas menjelaskan, bahwa Lori wisata merupakan bentuk kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi dan PT KAI untuk mendukung upaya pengembangan pariwisata di Bumi Blambangan.

Dengan lori wisata ini, para turis akan dikenalkan dengan dunia perkebunan kopi dan cokelat sebagai wisata edukasi. Sedangkan dari sisi sejarah, melewati terowongan kereta api bawah tanah memberikan edukasi sejarah tentang terowongan yang dibangun di masa penjajahan Belanda tersebut.

“Wajib dijajal bagi wisatawan yang menyukai jenis wisata edukasi dan wisata sejarah. Karena atraksi ini kental dengan nuansa edukasi dan sejarah,” tandas Bupati Anas.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT KAI, Didik Hartantyo, menambahkan, lori wisata merupakan inovasi PT KAI berkolaborasi dengan pemerintah daerah maupun BUMN lain untuk menghidupkan destinasi-destinasi wisata. Selain perkebunan, PT KAI juga menyasar wisata kuliner dan jasa transportasi.

Dengan adanya lori wisata tersebut bakal melengkapi pengembangan destinasi di Banyuwangi barat. Karena sebelumnya sudah ada Waduk Sidodadi yang memanfaatkan lahan perkebunan milik PTPN XII.

“Selain itu, untuk membuka akses wisatawan asing dengan menggunakan jalur kereta api. Kedepan, kami akan terus mencari daerah-daerah aktif untuk berkolaborasi. Dan kami melihat, Banyuwangi adalah salah satu daerah yang selalu siap untuk berkolaborasi mengembangkan destinasi wisata baru,” ujar Didik.

Mengambil rute perjalanan dari Stasiun Kalibaru menuju Stasiun Mrawan (PP), Lori wisata yang memiliki daya angkut 12 orang tersebut akan melewati terowongan Gumitir sepanjang 690 meter.  Setelah menyusuri terowongan yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1901 itu, wisatawan bisa berhenti dan menikmati pemandangan alam disekitar terowongan.

Sepanjang perjalanan, pengunjung juga akan melalui hamparan perkebunan yang subur dengan ketinggian lebih dari 400 meter di atas permukaan laut yang dikelilingi Gunung Raung dan Gunung Gumitir menjadikan udara sepanjang rute sangat sejuk dengan suhu 20 – 25 derajat celcius. (*van/kin).

Komentar

comments

Tagged with