PT. BSI Ungkap Csr & Golden Share Banyuwangi

PT. BSI Ungkap Csr & Golden Share Banyuwangi

Faktanews.co.id.- (Banyuwangi)- Setiap aktivitas manusia utamanya penambangan berdampak lingkungan sekitar adalah keniscayaan oleh karenanya pemerintah atau negara selalu memagari dengan aturan ketat guna menjamin keberlangsungan keseimbangan lingkungan dan sisi manfaaat bagi kehidupan sekitar.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan pada dinas lingkungan hidup Banyuwangi, Budi Wahono mengatakan, dalam aktivitas penambangan emas PT. Bumi Suksesindo (BSI) Pemerintah Banyuwangi telah berupaya maksimal melakukan pengawasan serta pengawalan guna memastikan keberadaan pertambangan di Gunung Tumpang sesuai ijin dan pada sisi lain bermanfaat bagi masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

“Kami (pemerintah) bertugas untuk mengawasi dan mengawal kegiatan pertambangan, ini untuk memastikan pihak perusahaan telah melaksanakan aktivitas sesuai perijinan dan sudah meminimalisir dampak yang mungkin ditimbulkan, pada intinya ketika PT BSI sudah melengkapi surat perijinan, maka semangat awal pemerintah daerah terhadap aktivitas pertambangan adalah dari segi manfaat di segala aspek bagi masyarakat,” Jelas Budi dalam Acara Talkshow penyampaian perkembangan PT BSI (26/10).

Guna hal tersebut, Pemerintah Banyuwangi mengimplementasikan dengan ikut berperan dalam saham serta mendorong PT. BSI benar-benar berperan dalam pembangunan pemberdayaan di masyarakat terdekat sekitar Pesanggaran, Banyuwangi.

Budi menjelaskan panjang lebar terkait upaya Pemerintah Banyuwangi untuk mendapat kompensasi hasil dari penambangan tersebut.

“Csr untuk masyarakat kita sudah dapat 1,5 % dari penjualan hasil penambangan, dibandingkan penambangan didaerah lain itu terbesar termasuk bila dibandingkan Freepot yang hanya 0,5%. untuk saham kita sudah dapatkan kalau dirupiahkan sudah Ratusan Milyar,”katanya.

Sementara itu, Direktur PT.BSI, Arif Firman Djaafara yang nampak bersemangat menyela penjelasan Budi dengan menguraikan bahwa masyarakat Banyuwangi melalui pemkab, Banyuwangi mendapatkan Golden share (saham) 10 %.

Lebih rinci dijelaskan, awalnya saham Golden share 10% dari 20 M. Kemudian 10% dari 200 M.

“bahkan sekarang 10% dari 400 M, ini kalau dirupiahkan sudah mencapai berkisar 500 Milyar,” jelas Arif merinci.

Namun demikian, dengan angka sebesar itu PT BSI menurut Arif tidak merasa kecolongan.

“dengan Csr dan Golden Share segitu kita ingin masyarakat ikut menikmati, hasil kolaborasi dengan pemerintah juga untuk pembangunan di Banyuwangi, kita sama-sama orang Indonesia, semangatnya sama-sama merah putih,”katanya.

“kita telah membuka Posko di pintu gerbang kantor BSI, untuk menampung keluhan serta saran dari masyarakat,” ungkap Arif.

Bila Arif banyak mengupas sisi ekonomi kehadiran PT BSI dalam penambangan Gunung Tumpang Pitu, tak kalah bersemangat ditunjukkan Super Intenden Andveromentan Departemen PT.BSI, Asep Iwa Kurniawan dalam kaitan antisipasi dampak lingkungan disekitar wilayah penambangan.

Masalah Lahan kompensasi diberikan 2 kali lipat, untuk melakukan produksi yang harus dipegang oleh PT BSI adalah sertifikat komisioning.

Lebih jauh Iwa menjelaskan, kegiatan penambangan di lakukan PT BSI juga tidak akan mengganggu Flora dan Fauna yang ada.

“Kita sudah ada pemetaan fauna yang ada dan kita bersama BKSDA selalu memonitoring rutin yang  khusus untuk fauna, pada intinya pengelolaan lingkungan adalah asas ketaatan dan itu sudah di lakukan oleh PT BSI.”jelasnya.(makin).

Komentar

comments