Program Partai NASDEM Dicederai Keberpihakan Lurah dan Trauma Perilaku Kadernya

Nasdem Sepi

Kegiatan Nasdem Banyuwangi Sepi.

Faktanews.co.id.(Banyuwangi).- Akibat dugaan politisasi kelurahan Singonegaran Banyuwangi dan penunjukan kader yang asal comot tanpa mempertimbangkan SDM dan moral ditengah Masyarakat, program sosial politik partai Nasdem memunculkan antipati warga, akibatnya kegiatan tersebut sepi dari partisipasi Masyarakat.

Berawal Undangan Lurah Singonegaran ditujukan kepada RT, RW, Posyandu, PKK untuk melakukan penaburan ikan konsumsi, Gotong royong, kerja bhakti dan makan tumpeng bersama pada minggu 6 juni 2016 pagi.

Surat berkop pemerintah kelurahan Singonegaran dan ditandatangani kepala kelurahan ber-nomor 005/116/429.610/2016 awalnya mendapat apresiasi warga yang mengira kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari festival kali bersih karena didalam undangan tersebut juga tidak menyebut partai apapun.

Bahkan ibu-ibu RT diberi dana 380 ribu dari oknum kelurahan atas nama PKK (Ln), diminta untuk masak tumpeng sudah menyiapkan segala sesuatunya.

Namun niat warga, Rt-Rt, berbalik curiga ketika Sabtu menjelang pelaksanaan kegiatan, diarea yang sama lingkungan krajan semarak dipasang atribut bendera dan baliho partai NASDEM.

Hal ini memancing dan menyulut konflik sosial masyarakat mengingat masyarakat Singonegaran yang multi partai.

Apalagi warga Singonegaran secara umum dan khususnya masyarakat krajan sudah trauma akibat sebelumnya cara-cara provokatif, sentimen lingkungan dan kelompok (managemen konflik) pribadi maupun keluarga dijadikan sarana pencitraan “kampungan” oknum suami istri partai Nasdem Men dan Ded yang tinggal dilingkungan krajan RW II untuk memaksakan kehendak. 

Akibat resah, sejumlah Warga juga ngeluruk Ketua RW III setempat Hayatul Makin untuk mengklarifikasi dan mencari informasi tentang kegiatan tersebut. 

Bahkan hingga malam beberapa pemuda tak mau pulang dari rumah tokoh warga tersebut, (makin) akhirnya menyarankan untuk menjauhkan diri dari kegiatan kelurahan dalam politik.

“pak RW (makin) kan sudah omong kita harus ikut kegiatan, terus kalau tahu begini bagaimana, kita ini merasa di tipu kelurahan, tadinya berfikir acara kelurahan dari Bupati ternyata acaranya partai Nasdem,” kata beberapa warga dirumah ketua RW yang juga tokoh masyarakat setempat tersebut.

Makin yang pernah menjabat Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Singonegaran namun lebih memilih mundur daripada ikut persekongkolan internal, menyayangkan cara-cara lama oknum – oknum pemerintah kelurahan Singonegaran berpihak kepada kelompok, keluarga tertentu hingga masuk dalam arena berpolitik kelompok dan keluarga tersebut dengan atas nama pemerintah kelurahan Singonegaran. 

“La mas itu cara-cara kuno, biasalah memancing-mancing konflik sosial, daripada warga saya marah, saya ambil keputusan, agar warga saya, RT dan lain-lain tidak melibatkan diri dalam kegiatan,” kata makin.

Lebih jauh Makin berharap, cara – cara  kader-kader partai Nasdem setempat lebih beretika dalam berpolitik dan pihak pemerintah kelurahan sudah harus menghilangkan jargon–jargon kelompok atau keluarga maupun pribadi tertentu dalam menjalankan fungsinya.

”Nasdem seperti gak punya kader lagi yang lebih bermartabat dalam berpolitik, kalau terus itu-itu saja orangnya dan cara – cara tidak berubah, rakyat yang sudah pandai akan antipati terhadap Nasdem. Kalau sampean tanya bagaimana sikap orang-orang Kelurahan atau lurah? sampean nilai sendiri aja,”  jelasnya, Minggu (5/6).

Sementara itu, Lurah Singonegaran Ahmad Subhan SE.Msi tanpa beban memberikan sambutan dalam acara partai Nasdem tersebut dan mengatakan, acara partai Nasdem harus dia dukung karena tujuan awalnya baik. “saya selaku lurah tetap netral tidak memihak partai manapun,” katanya enteng. (Van).

Komentar

comments

Tagged with