Pro Kontra Pelaksanaan Bedah Rumah Di Lapangan

Pro Kontra Pelaksanaan Bedah Rumah Di Lapangan

Faktanews.co.id.(Banyuwangi)- Program bedah rumah Desa Jelun, Kecamatan Licin, Banyuwangi di laporkan diduga mark up atau ketidak sesuaian anggaran di Rancangan Anggaran Belanja (RAB) dengan pelaksanaan di lapangan.

Dalam RAB bedah rumah Desa Jelun, tercantum dana pekerja Rp. 65.000/Hari, tukang kayu Rp. 85.000/Hari.

Sementara data dan informasi warga yang dibedah rumahnya wp mengungkap, dia mengaku sebenarnya keberatan ongkos kuli bangunan dibebankan kepada tuan rumah.

“saya sebenarnya keberatan karena bayaran kuli Rp. 65.000 per harinya saya yang bayar kalau tukang bukan tanggungan saya mas,”katanya.

Pengakuan sama diungkap kuli bangunan yang mengaku diberi ongkos oleh tuan rumah Rp.65.000.

“Saya hanya menjalankan kerjaan saja,”kata Tn.

Selain itu, dana material yang diterima beberapa warga yang mendapatkan bantuan bedah rumah bila dinominalkan tidak sampai 6 juta.

Sumber lain mengatakan, Material yang datang masing-masing batu bata 1.250 biji, pasir setengah rit (1 truk dibagi 2 orang), kalsibot 8, semen 5 sak, kayu ukuran 35/3 meter 6 biji, ukuran 35/2 meter sebanyak 12 biji, kalsium 2 sak, konsen dan daun pintu 1, jendela 2 plong, angin angin 1 plong, paku kalsibot, 1 gelas air mineral ukuran kecil.

“Ini sistem borongan mas, 5 rumah 4 juta. Perkiraan kalau perincian, Satu rumah  habis 3, 5 juta sama biaya ongkosnya tukang per 1 rumah,” kata tukang bangunan, Sa.

Dikonfirmasi Kepala Desa Jelun, Hadi Mulyono mengungkapkan, Anggaran bedah rumah masing-masing 6 juta tiap unit.

“Untuk kontrak tenaga kerja tiap 1 rumah diborongkan 800 ribu, kalau tanya anggaran yang ada di RAB detailnya seperti apa saya tidak tahu, saya tinggal tanda tangan saja,” ungkapnya.

Mulyono merincikan, Dalam RAB harga semen Rp. 60.000, tapi harga beli hanya Rp. 50.000,-.

“Sisanya Rp.10.000,- dikali sekian sak itu digunakan untuk warga yang membutuhkan, sisanya saya bagikan kepada Aparat (red),” katanya (12/1/2018).

Salah satu tim pengelola kegiatan bedah rumah, Asrori menjelaskan, anggaran RAB memang sengaja dilebihkan (mark up) menimbang kemungkinan ada kekurangan.

Bahan bahan lain yang tidak ada di RAB itu juga saya belikan contohnya calsiboard.

Biaya pajak sebesar 11% itu juga tidak boleh dimasukan dalam RAB mas.

“Pihak inspektorat juga tidak pernah berani bertanya hal itu,”pungkasnya.(ver/kin).

Komentar

comments